Indonesia Masters 2026 jadi Uji Coba Aturan BWF

  • 08 Jan 2026 15:08 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mulai menguji aturan baru yang bertujuan mempercepat ritme pertandingan serta menekan jeda antarreli. Kebijakan ini akan terlihat jelas dalam gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 20–25 Januari 2026.

Aturan tersebut mencakup penggunaan Time Clock dan penegasan prinsip permainan berkelanjutan (continuous play). Melalui sistem baru ini, pemain terutama yang melakukan servis hanya memiliki waktu maksimal 25 detik untuk memulai reli berikutnya setelah skor dicatat oleh wasit. Mekanisme hitung mundur ini diharapkan dapat menghadirkan standar waktu yang lebih objektif sekaligus meminimalkan penilaian subjektif saat terjadi penundaan permainan.

Selama jeda 25 detik itu, pemain tetap diperbolehkan melakukan aktivitas ringan di sisi lapangan, seperti mengelap keringat, minum, merapikan perlengkapan, hingga menyemprotkan pendingin secara mandiri tanpa meminta izin wasit. Kendati demikian, penerima servis wajib mengikuti tempo server dan tidak boleh mengulur waktu.

BWF juga menyesuaikan aturan terkait permintaan pergantian shuttlecock. Dalam pertandingan dengan Time Clock, permohonan perubahan shuttle harus segera diajukan begitu reli selesai dan wajib tuntas dalam batas waktu 25 detik. Jika lapangan perlu dipel dalam durasi yang cukup panjang, wasit dapat menghentikan Time Clock. Namun untuk pengepelan singkat, hitungan tetap berjalan.

Terkait penegakan disiplin, BWF menyiapkan skema sanksi bagi pelanggaran yang dianggap menghambat permainan, mulai dari teguran lisan, kartu kuning, hingga kartu merah. Namun selama masa uji coba, wasit hanya akan memberikan peringatan verbal.

Masa uji coba aturan baru ini akan terus dievaluasi sebelum diputuskan untuk diterapkan secara permanen melalui AGM atau pertemuan Dewan BWF. Bila dinilai efektif, penerapan Time Clock dan aturan permainan berkelanjutan akan diberlakukan penuh sepanjang tahun 2026. Sementara itu, untuk pertandingan yang belum menggunakan Time Clock, penilaian jeda permainan tetap mengikuti standar sebelumnya dengan penegasan bahwa penerima servis harus menyesuaikan tempo server.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....