Atlet Boccia Bogor Siap Hadapi Peparda 2026

  • 29 Jul 2025 09:29 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Menjelang Pekan Paralympic Daerah (Peparda) 2026, cabang olahraga Boccia di bawah binaan Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) NPCI Kabupaten Bogor terus melakukan persiapan intensif. Berbagai program latihan disusun untuk mengoptimalkan performa atlet, khususnya dari kalangan pelajar yang menjadi fokus utama dalam kompetisi mendatang.

Dalam pertandingan Boccia, para atlet dibagi ke dalam empat kelas utama yaitu BC1, BC2, BC3, dan BC4, berdasarkan tingkat dan jenis disabilitas fisik yang dimiliki. Klasifikasi ini juga menentukan apakah atlet diperbolehkan menggunakan alat bantu saat bertanding, seperti ramp atau asisten pendukung.

Pelatih atlet Boccia, Hasanudin, menyampaikan bahwa persiapan tim kali ini difokuskan pada pengembangan kemampuan atlet-atlet muda dari tingkat pelajar dan untuk program latihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelas atlet.

“Dalam setiap sesi latihan, kami menyesuaikan dengan klasifikasi masing-masing, seperti BC1, BC2, dan BC3, karena tiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda. Kadang kami juga melakukan latihan silang, misalnya atlet BC1 melawan BC2, atau BC2 melawan BC3,” ujar Hasanudin, Senin, (28/7/2025).

Hasanudin juga menambahkan, pola latihan fisik bagi atlet Boccia memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya, karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan khusus setiap atlet.

“Latihan fisik untuk atlet Boccia berbeda dengan cabang olahraga lain, karena kondisi fisik atlet Boccia umumnya lebih rentan, jadi untuk latihan fisik biasanya lebih ringan dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Biasanya di pagi hari kami hanya melakukan aktivitas berjemur mulai pukul 07.00 hingga 08.00 pagi. Setelah itu, sesi latihan teknis pertama dimulai sekitar pukul 08.30 pagi,” tutur Hasanudin.

Dengan persiapan yang semakin intensif dan dukungan dari Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) NPCI Kabupaten Bogor, Ia berharap para atlet Boccia mampu tampil maksimal di ajang Peparda 2026 mendatang. Ini tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi, tetapi keikutsertaan para atlet juga menjadi pembuktian bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. (Irna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....