Menelusuri Sepak Takraw Tradisi Lama yang Kini Mendunia
- 20 Jul 2025 18:46 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Di balik gemulai kaki yang menari di udara, sepak takraw menyimpan sejarah panjang yang memikat. Olahraga ini bukan hanya soal kelincahan, tapi juga warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Asal-usul takraw dipercaya bermula dari abad ke-15 di wilayah Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Thailand. Kala itu, takraw dimainkan sebagai hiburan istana dengan bola anyaman dari rotan.
Nama "sepak takraw" sendiri merupakan gabungan dua kata dari bahasa Melayu dan Thailand. "Sepak" berarti menendang, sementara "takraw" berarti bola yang dianyam. Awalnya, takraw dimainkan dalam lingkaran dan tanpa net, lebih mirip dengan permainan cooperatif antar pemain. Seiring waktu, format pertandingan berkembang dengan tambahan net seperti dalam voli.
Pada 1960-an, dua negara besar, Malaysia dan Thailand, mulai menyatukan aturan main agar olahraga ini bisa dipertandingkan secara resmi. Hasilnya, lahirlah standar internasional untuk takraw dan menjadi dasar turnamen besar hingga saat ini. Takraw kemudian dikenal luas lewat perhelatan SEA Games dan kejuaraan dunia lainnya. Permainan ini mencuri perhatian dengan atraksi salto dan tendangan akrobatik yang memukau mata penonton.
Meskipun bersifat tradisional, takraw berhasil menyesuaikan diri dengan era modern tanpa kehilangan identitasnya. Teknologi kini turut mendukung pertandingan, dari pencatatan skor digital hingga siaran langsung global.
Di Indonesia, takraw mulai mendapatkan tempat sejak diperkenalkan dalam ajang PON (Pekan Olahraga Nasional). Beberapa provinsi bahkan menjadikannya sebagai cabang unggulan dalam pembinaan atlet muda. Lebih dari sekadar pertandingan, takraw adalah simbol kolaborasi budaya di Asia Tenggara. Gerakan dinamis para pemain mencerminkan semangat persatuan dan sportivitas yang tak lekang oleh waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....