Menelusuri Jejak E-Sport Menjadi Olahraga Bergengsi di Dunia

  • 20 Jul 2025 18:35 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Suara ketikan keyboard dan teriakan antusias dulu hanya terdengar di sudut-sudut warnet kecil. Kini, hal itu bergema di stadion megah dengan ribuan penonton dan jutaan penonton daring.

E-sport, atau olahraga elektronik, bermula dari kompetisi game sederhana antar teman. Namun sejak dekade 2000-an, ia berkembang menjadi fenomena global yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Awalnya, kompetisi seperti Space Invaders Championship pada tahun 1980 menjadi tonggak sejarah awal lahirnya e-sport. Acara ini diikuti oleh lebih dari 10.000 peserta dari berbagai wilayah Amerika Serikat.

Masuk era 1990-an, turnamen game seperti Quake dan StarCraft mulai mencuri perhatian publik. Komunitas gaming tumbuh pesat berkat dukungan teknologi dan jaringan internet yang semakin luas.

Kehadiran platform streaming seperti Twitch dan YouTube Gaming menjadi katalis penting dalam ekspansi e-sport. Para pemain tak hanya bertanding, tapi juga membangun komunitas dan penggemar setia. Turnamen besar seperti The International (Dota 2), League of Legends World Championship, dan PUBG Global Championship menyuguhkan hadiah miliaran rupiah. Para pemain pun tak lagi sekadar gamer, tapi telah menjelma jadi atlet profesional.

Indonesia juga tidak ketinggalan dalam geliat e-sport dunia. Talenta-talenta seperti EVOS, RRQ, hingga Bigetron membawa nama bangsa ke level internasional. Perkembangan ini turut mengubah persepsi masyarakat terhadap game. Dulu dianggap membuang waktu, kini bisa menjadi karier menjanjikan dan lahan prestasi.

E-sport kini diakui sebagai cabang olahraga resmi di beberapa ajang, termasuk SEA Games. Langkah ini menegaskan bahwa dunia digital pun bisa jadi medan juang yang serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....