Hari Kesaktian Pancasila, Menguatkan Persatuan di tengah Keberagaman

  • 02 Okt 2026 01:42 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada 2026, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara yang berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Rangkaian upacara diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan revolusi, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan naskah ikrar.

Peringatan tersebut juga menjadi pengingat mengenai posisi Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga hubungan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.

Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, dan kondisi sosial. Keberagaman tersebut membuat sikap saling menghargai dan menjaga persatuan menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Tantangan menjaga persatuan juga berkembang seiring penggunaan teknologi dan media sosial. Informasi dapat beredar dengan cepat sehingga masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Perbedaan pandangan di ruang digital juga menjadi bagian dari dinamika masyarakat. Sikap menghargai pendapat orang lain serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat membantu menciptakan ruang komunikasi yang lebih sehat.

Penerapan nilai persatuan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Menghormati tetangga, bekerja sama dalam kegiatan masyarakat, serta menjaga komunikasi di tengah perbedaan merupakan bentuk sederhana dari upaya membangun kebersamaan.

Bagi generasi muda, penerapan nilai tersebut juga dapat dilakukan melalui aktivitas di ruang digital. Media sosial dapat digunakan untuk bertukar informasi dan gagasan dengan tetap memperhatikan etika komunikasi serta menghormati perbedaan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila karena itu tidak hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk mengingat kembali pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Pada peringatan 2026, pemerintah mengusung pesan mengenai Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Kementerian Sekretariat Negara dalam pelaksanaan upacaranya menyebut tema tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Nilai persatuan tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun ruang digital. Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....