PKP Jurnalis Diajak Dukung Program Perumahan Rakyat

  • 29 Agt 2026 16:03 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Agenda penguatan program perumahan rakyat di wilayah Bogor kembali menjadi perhatian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),
  • Dalam konteks tersebut, peran jurnalis juga dinilai penting untuk ikut mengawal sekaligus menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai berbagai program perumahan pemerintah, terutama yang dilaksanakan di wilayah Bogor.

RRI.CO.ID, Bogor — Agenda penguatan program perumahan rakyat di wilayah Bogor kembali menjadi perhatian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), termasuk kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu, 29 Agustus 2026. Kehadiran berbagai pihak dalam agenda tersebut diharapkan memperkuat dukungan terhadap penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Bogor tergolong besar mengingat kebutuhan rumah layak masih tinggi dan backlog perumahan mencapai 746.955 unit. Kementerian PKP sebelumnya menyebut Kabupaten Bogor memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 8.000 unit rumah pada 2026, meningkat dibandingkan 1.346 unit pada 2025.

Program tersebut menjadikan Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah dengan alokasi BSPS terbesar di Indonesia pada 2026. Data ini menunjukkan bahwa agenda perumahan rakyat di Bogor menjadi bagian penting dari upaya pemerintah pusat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak.

Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait juga mengajak seluruh unsur ekosistem perumahan untuk membangun kerja sama yang kuat dalam mendukung penyediaan hunian rakyat.

“Saya tanpa teman-teman ekosistem perumahan, baik pengembang, perbankan dan lainnya tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi dengan kalian semua, dengan kolaborasi, kita bisa melakukan sesuatu yang lebih besar untuk masyarakat,” ujar Maruarar dalam Indonesia Property and Bank Award XX 2026.

Menurut Maruarar, pemerintah menyadari masih banyak persoalan perumahan yang harus ditangani, mulai dari masyarakat yang belum memiliki rumah hingga warga yang masih tinggal di hunian tidak layak.

“Kami mengakui tidak ada pemerintah yang sempurna, masih banyak yang harus kita perbaiki, masih banyak masyarakat yang belum punya rumah, masih banyak masyarakat yang rumahnya tidak layak,” katanya.

Dalam konteks tersebut, peran jurnalis juga dinilai penting untuk ikut mengawal sekaligus menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai berbagai program perumahan pemerintah, terutama yang dilaksanakan di wilayah Bogor. Publikasi yang berimbang diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui peluang bantuan, program BSPS, pembiayaan perumahan, hingga kebijakan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita tidak bisa memajukan sektor perumahan sendiri-sendiri, tidak ada satu pengembang, tidak ada satu asosiasi, tidak ada satu bank, untuk memajukan sektor perumahan kita membutuhkan superteam,” ujar Presiden AREA Indonesia sekaligus CEO Jurnalis Media Network, Indra Utama, dalam kegiatan Indonesia Property and Bank Award XX 2026.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....