Mensos: Humas Pemerintah Harus Utamakan Kebenaran Informasi
- 20 Agt 2026 08:25 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf meminta pengelola kehumasan pemerintah mengutamakan kebenaran informasi di tengah derasnya arus berita digital. Menurutnya, informasi yang cepat dan menarik tetap harus melalui proses verifikasi sebelum disampaikan kepada masyarakat.
Saifullah menyampaikan hal tersebut dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia menilai perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat tantangan komunikasi publik semakin kompleks.
“Cepat itu penting, menarik itu penting, viral boleh dan itu harapan kita, tetapi benar jauh lebih penting. Maka sekali lagi, verifikasi dan memberitakan berdasarkan fakta adalah hal yang paling penting dalam dunia kehumasan,” ujar Saifullah Yusuf, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menjelaskan masyarakat saat ini menerima informasi melalui berbagai saluran, mulai dari media daring hingga media sosial dan aplikasi percakapan. Kondisi tersebut membuat humas pemerintah harus mampu bersaing dalam menyampaikan informasi tanpa mengabaikan akurasi.
Saifullah menilai kesalahan dalam menyampaikan informasi pemerintah dapat berdampak lebih besar dibandingkan sekadar kesalahan sebuah pemberitaan. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah juga dapat ikut dipertaruhkan ketika informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta.
“Sekali pemerintah menyampaikan informasi yang keliru, yang rusak bukan hanya satu berita, yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat. Karena itu komunikasi publik pemerintah harus memenuhi tiga hal: cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Menurut Saifullah, pengelola humas juga perlu memahami kondisi di lapangan dan tidak hanya mengandalkan kegiatan seremonial sebagai bahan publikasi. Humas harus mampu menemukan cerita yang menggambarkan pekerjaan pemerintah sekaligus memberikan informasi yang relevan bagi masyarakat.
Ia mencontohkan program Sekolah Rakyat yang dapat disampaikan tidak hanya melalui jumlah sekolah atau peserta didik. Cerita mengenai perubahan kehidupan penerima manfaat dinilai dapat membantu masyarakat memahami dampak program secara lebih nyata.
“Angka membuat orang tahu, cerita membuat orang peduli. Tetapi kita harus tahu keduanya harus berjalan bersama,” ujar Saifullah.
Selain menyampaikan informasi, Saifullah meminta humas pemerintah mampu menghadapi kritik dan informasi yang keliru secara proporsional. Kritik yang benar dapat digunakan untuk memperbaiki kinerja, sedangkan informasi yang tidak sesuai fakta perlu diluruskan menggunakan data, fakta, dan kerja nyata.
Ia berharap pengelola kehumasan di lingkungan Kementerian Sosial mampu menjadi mata, telinga, sekaligus suara lembaga. Peran tersebut mencakup kemampuan melihat kondisi di lapangan, mendengar persoalan masyarakat, serta menjelaskan pekerjaan pemerintah secara akurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....