Fadli Zon: Program Belajar Bersama Maestro Akan Diperbesar

  • 16 Agt 2026 08:33 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon). Dr. Fadli Zon, M.Sc., menyatakan program Belajar Bersama Maestro akan terus dikembangkan agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan belajar langsung dari para maestro seni dan budaya. Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat menghadiri Pagelaran Syukuran Belajar Bersama Maestro Kriya Bambu 2026 di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Fadli, program Belajar Bersama Maestro memberikan kesempatan kepada peserta untuk tinggal dan belajar bersama maestro selama satu bulan secara intensif. Proses tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan teknis dalam berkesenian, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai filosofi, pemikiran, dan pengalaman yang dimiliki para maestro.

“Jadi bukan hanya belajar teknis, diskusi filosofi, pikiran, gitu. Jadi kesempatan langka, belajar bersama maestro ini,” ujar Fadli Zon.

Fadli menjelaskan peserta program tidak dipilih secara langsung, melainkan melalui proses audisi dan seleksi dari ratusan pendaftar. Pada tahun ini, jumlah pendaftar mencapai sekitar 700 orang yang kemudian diseleksi berdasarkan bakat serta kemampuan dasar sesuai bidang seni yang dipilih.

“Yang daftar itu 700-an, dan mereka juga diaudisi dulu. Jadi tidak juga dari nol, bukan orang baru belajar sama sekali, jadi memang sudah ada bakat, sudah ada pengetahuan,” jelasnya.

Ia mengatakan program tersebut pada tahun ini melibatkan enam maestro dari berbagai bidang seni dan budaya, termasuk Ahmad Tohari dalam bidang sastra, Sulistyo Tirtokusumo dalam tari, Jatnika Nanggamiharja dalam kriya bambu, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto dalam randai, I Gusti Nengah Nurata dalam seni lukis, serta Jaja Miharja yang berkolaborasi dengan Sanggar Sinar Jaya dalam bidang lenong Betawi. Menurut Fadli, keberagaman bidang tersebut memberikan ruang kepada generasi muda untuk memperdalam kemampuan sekaligus memahami kekayaan budaya Indonesia secara lebih luas.

Dalam pengembangan program, Fadli juga berencana menghimpun para alumni Belajar Bersama Maestro dari berbagai angkatan untuk memastikan keberlanjutan proses pembelajaran setelah program selesai. “Mungkin bisa dihimpun supaya ada sustainability, jadi mereka mungkin bisa nanti menyelenggarakan kegiatan extension atau kelanjutan dari Belajar Bersama Maestro,” katanya.

Fadli menilai kriya bambu menjadi salah satu bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena bambu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia dan memiliki beragam fungsi. Ia menyebut pengembangan bambu dapat diarahkan pada hilirisasi di bidang kriya dan seni, mulai dari pembuatan perkakas, alat musik, suvenir hingga berbagai karya kreatif lainnya.

“Kita berharap program ini bisa berlangsung terus dan bahkan rencananya nanti bisa kita perbesar, supaya yang menerima manfaat terutama generasi muda ini lebih banyak dari berbagai bidang. Baik itu misalnya pencak silat, budaya bambu, seni rupa, seni tari, teater, kemudian juga musik, film, dan lain-lain,” tegas Fadli Zon.

Program Belajar Bersama Maestro berada di bawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan dilaksanakan melalui proses residensi selama satu bulan bersama maestro di bidang masing-masing. Fadli berharap program tersebut dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki keterampilan seni, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan pengetahuan budaya yang diwariskan langsung oleh para maestro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....