Maestro Jatnika Wariskan Ilmu Kriya Bambu ke Generasi Muda

  • 16 Agt 2026 07:32 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Maestro Kriya Bambu Jatnika Nanggamiharja mendorong generasi muda untuk terus mempelajari dan mengembangkan pengetahuan mengenai bambu sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jatnika dalam Pagelaran Syukuran Belajar Bersama Maestro Kriya Bambu 2026 di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 15 Agustus 2026, setelah lima peserta menyelesaikan proses belajar selama 30 hari dan mempersembahkan karya berupa Saung Ranggon.

Menurut Jatnika, proses belajar bersama maestro tidak hanya berfokus pada pembuatan karya, tetapi mencakup pengetahuan mengenai bambu sejak dari bahan baku hingga pemanfaatannya. Lima peserta BBM Kriya Bambu 2026 mendapatkan pembelajaran langsung mengenai cara menanam, menebang, mengawetkan, hingga mengolah bambu menjadi karya yang memiliki nilai budaya dan manfaat bagi masyarakat.

“Selama 1 bulan belajar bagaimana menanam bambu, bagaimana mengawet bambu, bagaimana menebang bambu, bagaimana memanfaatkan bambu. Bahkan serumpun bambu sejuta manfaat, serumpun bambu sejuta karya, serumpun bambu sejuta pesona, dengan serumpun bambu, mari kita guncang dunia,” ujar Jatnika.

Ia mengatakan program tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi pengetahuan kriya bambu karena peserta diharapkan tidak hanya menyerap ilmu dari maestro, tetapi juga mampu meneruskannya kepada masyarakat dan generasi berikutnya. Jatnika menyebut pengalaman selama mengikuti program sebagai proses keteladanan dan percontohan yang dapat menjadi pelopor bagi pengembangan kriya bambu di masa depan.

“Ini ketok tular, keteladanan, percontohan, bahkan ini menjadi pelopor ke depan. Pelopor! Selama satu bulan belajar bagaimana menanam bambu, bagaimana mengawet bambu, bagaimana menebang bambu, bagaimana memanfaatkan bambu,” katanya.

Jatnika juga menilai bambu memiliki potensi besar karena telah digunakan masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari alat musik, anyaman, konstruksi, furnitur, perlengkapan rumah tangga hingga berbagai kebutuhan lainnya. Menurutnya, kekayaan tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar bambu tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan membuka peluang pengembangan industri berbasis budaya.

“Indonesia ini surganya bambu dunia dan Indonesia ini negara budaya bambu. Dari mulai alat musik, ada 700 alat musik yang terbuat dari bambu, anyam-anyaman ada 1.500,” tegasnya.

Jatnika berharap proses pewarisan pengetahuan tersebut diikuti dengan upaya menjaga keberadaan bahan baku melalui penanaman bambu secara berkelanjutan. Ia mengaitkan hal tersebut dengan filosofi Sunda kiwari ngancik bihari, asana sampeureun jaga, yang menggambarkan keterkaitan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam proses pewarisan budaya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari komunitas budaya bambu Cibinong dan Cimande tersebut turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan turut menandatangani prasasti Saung Ranggon yang menjadi karya lima peserta BBM Kriya Bambu 2026 sebagai penanda berakhirnya proses pembelajaran bersama Maestro Jatnika Nanggamiharja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....