Indonesia Memasuki Era Dominasi Generasi Alpha dan Z

  • 25 Jul 2026 17:12 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Indonesia memasuki fase baru dalam perkembangan demografi. Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dipublikasikan pada Juli 2026 mencatat perubahan komposisi penduduk, di mana kelompok usia paling muda kini menjadi yang terbanyak. Anak-anak berusia 0 hingga 4 tahun tercatat sebagai kelompok umur dengan populasi terbesar, menandai semakin besarnya kehadiran Generasi Alpha dalam struktur penduduk nasional.

Kelompok usia tersebut sebagian besar merupakan anak yang lahir pada periode 2021-2025. BPS menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pencacahan, anak yang lahir pada akhir 2020 masih dapat tercatat dalam kelompok usia 0-4 tahun apabila pada saat pendataan usianya belum melewati lima tahun. Di saat yang sama, bayi yang lahir sepanjang 2025 mulai menjadi bagian dari Generasi Beta, sehingga rentang usia ini menjadi titik peralihan antara dua generasi.

Hasil SUPAS 2025 juga memperlihatkan perbedaan komposisi berdasarkan jenis kelamin. Anak laki-laki usia 0-4 tahun menjadi kelompok dengan jumlah penduduk terbanyak. Sebaliknya, kelompok masyarakat berusia 75 tahun ke atas memiliki proporsi paling kecil. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki struktur penduduk yang relatif muda, dengan angka kelahiran yang masih memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan populasi.

Tidak hanya kelompok usia dini, dominasi generasi muda juga terlihat dari komposisi penduduk berdasarkan generasi. Data BPS per 5 Mei 2026 menunjukkan Generasi Z yang lahir pada 1997-2012 menempati posisi terbesar dengan porsi 24,93 persen. Tepat di belakangnya terdapat Generasi Milenial yang lahir pada 1981-1996 dengan persentase 24,34 persen. Jika digabungkan, kedua generasi tersebut mencapai 49,27 persen dari total penduduk Indonesia, yang berarti hampir satu dari dua penduduk berasal dari kelompok usia muda dan produktif.

Sementara itu, Generasi X menyumbang 19,70 persen dari total populasi, disusul Post Gen Z atau Generasi Alpha sebesar 19,65 persen. Adapun Baby Boomer tercatat sebesar 10,31 persen, sedangkan Pre-Boomer hanya 1,07 persen. Susunan ini memperlihatkan bahwa peta demografi Indonesia terus bergerak menuju dominasi generasi yang lahir pada era modern dan digital.

Komposisi penduduk tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif yang besar berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan produktivitas nasional. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata, pelayanan kesehatan yang baik, penguasaan teknologi, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kementerian PPN/Bappenas dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Perubahan struktur penduduk yang tergambar dalam SUPAS 2025 menjadi dasar penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan di berbagai sektor. Dengan semakin besarnya jumlah Generasi Alpha serta dominasi Generasi Z dan Milenial, pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan ekosistem yang mendukung lahirnya generasi yang sehat, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....