Es Abadi Papua menuju Akhir Riwayatnya, Begini Penjelasan BMKG
- 04 Jul 2026 18:51 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor –Lapisan es yang selama ini menutupi puncak tertinggi di Indonesia diperkirakan tidak akan bertahan lebih lama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan gletser tropis di Puncak Jaya, Papua Pegunungan, akan mencair sepenuhnya pada rentang akhir 2026 hingga awal 2027. Fenomena tersebut menjadi penanda nyata perubahan iklim yang kini semakin terasa di wilayah Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui unggahan pada akun resmi Instagram @infobmkg yang dipublikasikan pada Jumat, 3 Juli 2026. Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi es di Puncak Jaya terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Perubahan itu memperlihatkan bahwa gletser tropis Indonesia berada dalam kondisi yang semakin kritis.
Hasil pemantauan menunjukkan luas lapisan es mengalami penurunan yang sangat tajam. Jika pada 1988 areanya masih mencapai sekitar 4,3 kilometer persegi, maka berdasarkan pengamatan hingga September 2025 luas yang tersisa hanya sekitar 0,09 kilometer persegi. Angka tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar tutupan es yang pernah ada kini telah menghilang.
Perubahan juga terlihat pada ketebalan lapisan es. BMKG mencatat pengukuran pada 2010 menunjukkan ketebalan sekitar 32 meter di lokasi pemantauan. Saat pengukuran kembali dilakukan pada 2023, ketebalannya tinggal sekitar empat meter. Bahkan, laporan pemantauan terbaru menunjukkan titik pengamatan tersebut telah kehilangan seluruh lapisan es, sementara laju pencairan sejak 2016 diperkirakan berkisar antara dua hingga 2,5 meter setiap tahun.
Menurut BMKG, percepatan pencairan dipengaruhi oleh kenaikan suhu global yang berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi tersebut diperkuat oleh fenomena El Niño yang menyebabkan cuaca lebih kering dan suhu udara meningkat di sejumlah wilayah Indonesia. Kombinasi kedua faktor itu membuat proses penyusutan gletser berlangsung semakin cepat.
Dampak hilangnya es tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentang alam. BMKG menilai keberadaan es di Puncak Jaya memiliki nilai penting bagi masyarakat adat Papua karena melekat dengan sejarah, budaya, dan aspek spiritual. Dari sisi lingkungan, berkurangnya cadangan es juga dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem pegunungan, ketersediaan air, habitat satwa endemik, hingga aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam di kawasan tersebut.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi di Puncak Jaya menjadi salah satu bukti nyata dampak perubahan iklim terhadap wilayah tropis. Karena itu, upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, pelestarian hutan, serta penguatan langkah adaptasi terhadap perubahan iklim dinilai penting untuk menekan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....