Kolaborasi Pengelolaan Sampah Tekan Timbunan di Tanah Sareal
- 28 Apr 2026 09:03 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Tingginya volume sampah harian menuntut adanya langkah konkret yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, warga juga diharapkan turut ambil bagian dalam upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Camat Tanah Sareal, Rokib Alhudry, S.E., M.Si, dalam perbincangan bersama Pro 1 RRI Bogor, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menekan angka produksi sampah harian. Saat ini, rata-rata timbulan sampah mencapai sekitar 0,5 kilogram per orang per hari. Angka tersebut dinilai masih bisa ditekan melalui kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Menurutnya, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah dengan memilah sampah sejak dari rumah. Pemilahan ini akan mempermudah proses pengolahan sekaligus mengurangi beban sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, langkah ini juga membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Kami mengajak masyarakat untuk menekan angka produksi sampah dari 0,5 kilogram per hari menjadi di bawah itu. Kuncinya ada pada kesadaran bersama untuk mengelola dan memilah sampah sejak dari rumah, sehingga tidak semua sampah berakhir di TPA Galuga,” ujar Rokib Alhudry.
Di wilayah Tanah Sareal sendiri, saat ini telah tersedia 15 bank sampah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Keberadaan bank sampah ini menjadi solusi alternatif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Warga dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah untuk kemudian dikelola atau didaur ulang.
Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor telah mengoperasikan sebanyak 22 armada pengangkut sampah, jumlah tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi tingginya volume sampah harian yang mencapai sekitar 155,35 ton. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah. Dengan partisipasi aktif warga dalam memilah dan mengelola sampah, diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA Galuga yang saat ini sudah over kapasitas dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....