Bakmi Jawa Mas Wahyu, Hidden Gem Kuliner Jogja di Tajur Bogor

  • 08 Sep 2026 15:59 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Menemukan kuliner enak terkadang memang membutuhkan sedikit usaha. Begitu pula saat mencari Bakmi Jawa dan Nasi Goreng Mas Wahyu. Kedai ini tersembunyi di dalam gang dan permukiman penduduk di kawasan Tajur. Akses mobil cukup terbatas karena hanya dapat melintas satu kendaraan, sementara pengunjung yang menggunakan motor bisa memarkir kendaraannya di depan kedai. Suasananya justru terasa nyaman dan asri, seperti menikmati masakan rumahan di rumah sendiri.

Ada satu hal penting sebelum datang: wajib melakukan reservasi atau chat melalui chat, bahkan disarankan memesan H-1 sekaligus menentukan waktu kedatangan. Jika datang tanpa melakukan pemesanan, bukan tidak mungkin harus pulang dengan tangan hampa. Alasannya sederhana, setiap makanan benar-benar dimasak per porsi setelah dipesan. Proses ini memang membuat waktu tunggu lebih lama, tetapi menjadi bagian dari cara Mas Wahyu menjaga kualitas dan rasa setiap hidangan.

Proses Memasak Bakmi Jawa masih secara tradisional dan menggunakan arang. (Foto: RRI/Amirotus)

Menariknya, sebelum menerima pesanan, Mas Wahyu sempat bertanya apakah kami sudah pernah makan Bakmi Jogja dan di mana. Kebetulan kami pernah mencicipi Bakmi Jawa di Kutoarjo, Jawa Tengah. Menurut Mas Wahyu, Bakmi Jawa memiliki dua karakter rasa, yakni versi yang cenderung manis dengan kecap seperti di Kutoarjo, serta versi Jogja yang lebih gurih tanpa kecap. Kami kemudian memilih mencoba versi original Bakmi Jogja dengan memesan tiga varian sekaligus, yaitu Bakmi Kuah atau Godhog, Bakmi Nyemek, dan Bakmi Goreng.

Seporsi Hangat Bakmi Nyemek dan Bakmi Kuah di Kedai Bakmi Jawa dan Nasi Goreng Mas Wahyu. (Foto: RRI/Amirotus)

Awalnya, kunjungan ini hanya coba-coba setelah mengetahui tempat tersebut dari media sosial. Namun, begitu makanan datang, rasa penasaran langsung terbayarkan. Bakmi Godhog memiliki kuah gurih dan hangat, Bakmi Goreng terasa lebih kuat, sementara Bakmi Nyemek berada di antara keduanya dengan perpaduan rasa yang pas. Penggunaan ayam yang melimpah semakin memperkuat cita rasa. Semuanya menghadirkan sensasi seperti pulang ke Jawa”, sederhana, kaya rasa, dan terasa autentik.

Pilihan menunya juga cukup beragam, mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Goreng, Bakmi Nyemek, Bihun Goreng, Bihun Godhog, Nasi Godhog, Nasi Goreng, Nasi Goreng Magelangan atau Nasi Mawut, Rica-rica Ayam, Rica-rica Balungan, Sop Ayam, Cap Jae Goreng, hingga Cap Jae Nyemek. Sebagian menu dapat diganti menggunakan telur bebek dengan tambahan Rp3.000, kecuali rica-rica. Tersedia pula topping seperti telur, ati ampela, kulit, uritan, kepala, sayap, berbagai bagian ayam, ceker, balungan, hingga ekstra suwiran ayam.

Untuk minuman, pengunjung dapat memilih es teh, es jeruk, kopi, air mineral, wedang uwuh, hingga susu jahe. Harga makanannya relatif terjangkau, sekitar Rp22.000 hingga Rp29.000 per porsi. Harga tersebut terasa sepadan dengan penggunaan ayam yang cukup melimpah dan proses memasak yang dilakukan khusus untuk setiap pesanan.

Suasana Kedai Bakmi Jawa dan Nasi Goreng Mas Wahyu. (Foto: RRI/Amirotus)

Selain rasa, pelayanan menjadi nilai tambah. Mas Wahyu dan tim yang berasal dari Jawa Tengah melayani dengan ramah dan sabar, bahkan pelanggan ditanyakan kembali mengenai feedback setelah makan. Dengan suasana rumah yang nyaman, masakan Jawa autentik, harga bersahabat, serta pelayanan yang hangat, Bakmi Jawa Mas Wahyu memang bukan tempat untuk mereka yang terburu-buru. Namun, bagi pencinta kuliner yang rela menunggu demi seporsi masakan khas Jogja yang kaya rasa, hidden gem di Tajur ini sangat worth it untuk dicoba, tentu setelah reservasi terlebih dahulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....