Kenapa Orang Rusia Suka Makan Ikan Mentah? Ini Ragam Hidangannya
- 20 Jul 2026 22:37 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor- Tidak hanya orang Asia Timur yang menyukai hidangan ikan mentah, ternyata orang Rusia juga menyukai hidangan ikan mentah. Bahkan konsumsi hidangan ikan mentah di Rusia ini sudah menjadi tradisi, kebiasaan ini berasal dari wilayah Utara seperti Siberia dan Yakutia.
Tradisi ini lahir dari kebutuhan bertahan hidup di Rusia yang sangat dingin dan beku, serta kayu bakar yang sangat langka dan hampir tidak mungkin dinyalakan di luar ruangan. Dengan suhu mencapai -50°C hingga -60°C, penduduk asli mengonsumsi ikan dalam keadaan beku atau segar tanpa dimasak untuk mendapatkan nutrisi dan lemak.
Organisasi kesehatan dunia seperti Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa pembekuan pada suhu -20°C selama 7 hari atau -35°C selama 15 jam dapat membunuh larva cacing berbahaya secara alami. Penduduk lokal juga memilih ikan dengan kualitas tinggi dari sungai yang tidak tercemar, sehingga ikan mentah ini sangat segar dan layak dikonsumsi.
Salah satu hidangan ikan mentah paling terkenal dari tradisi ini adalah stroganina, yaitu irisan tipis ikan beku yang diiris memanjang menyerupai pita. Ikan segar seperti nelma atau muksun yang baru ditangkap dibiarkan membeku secara alami di luar ruangan sebelum diiris tipis dengan pisau tajam.
Stroganina harus segera dikonsumsi selagi beku dengan cara dicelupkan ke dalam campuran garam dan lada hitam untuk memberikan rasa gurih yang simpel. Tekstur daging ikan beku yang lumer di dalam mulut memberikan sensasi makan yang unik sekaligus menyegarkan bagi masyarakat setempat.
Selain stroganina, adapun hidangan bernama sugudai yang terbuat dari potongan ikan segar yang dimarinasi singkat bersama bumbu sederhana. Potongan ikan tersebut dicampur dengan irisan bawang bombay, minyak, sedikit cuka, garam, dan lada sehingga menghasilkan cita rasa gurih dan segar.
Tak kalah populer, masyarakat Yakutia juga memiliki salad indigirka yang memadukan potongan dadu ikan beku dengan bumbu rempah sederhana. Keberadaan hidangan-hidangan unik ini membuktikan bagaimana keterbatasan alam justru melahirkan kekayaan kuliner khas yang lezat dan bertahan hingga kini. (Kamilia Atiqah Zahra - UNPAK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....