Dari Cangkir Pejuang hingga Ikon Kopi Legendaris Bogor

  • 16 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Kopi Bah Sipit Cap Kacamata, salah satu kopi legendaris asli Bogor yang telah bertahan sejak 1925, turut memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dengan menghadirkan cita rasa khas yang diwariskan lintas generasi.
  • Nancy juga mengisahkan bahwa kopi tersebut memiliki kedekatan dengan perjalanan sejarah perjuangan bangsa. Berdasarkan cerita yang diwariskan keluarga, serbuk kopi pernah diberikan kepada para pejuang di kawasan Empang pada masa kolonial

RRI.CO.ID, Bogor - Kopi Bah Sipit Cap Kacamata, salah satu kopi legendaris asli Bogor yang sudah eksis dan bertahan sejak 1925, turut memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dengan menghadirkan cita rasa khas yang diwariskan lintas generasi. Kehadiran kopi yang lahir dari kawasan Empang itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali warisan kuliner lokal kepada masyarakat dan wisatawan, Selasa 16 Juni 2026.

Kopi Bah Sipit dikenal sebagai salah satu merek kopi tertua di Kota Bogor yang dirintis oleh Yoe Hong Keng pada tahun1925. Hingga kini, usaha tersebut tetap bertahan dan dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendiri dengan mempertahankan karakter rasa yang telah dikenal masyarakat selama hampir satu abad.

Pemilik Kopi Bah Sipit Cap Kacamata, Nancy, mengatakan Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjalanan sejarah Kota Bogor beserta berbagai kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

"Hari Jadi Bogor ke-544 merupakan ajang untuk mengingat kembali sejarah Bogor dengan berbagai kearifan lokal dan kopi yang menjadi ikon di Kota Bogor," ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.

Menurut Nancy, kopi bukan sekadar minuman, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Bogor sejak lama. Keberadaan kopi legendaris tersebut dinilai menjadi salah satu simbol perjalanan panjang kota yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

Ia menuturkan cita rasa Kopi Bah Sipit tetap terjaga dari generasi ke generasi karena konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku dan proses pengolahan.

"Dari turun-temurun, rasa kopi ini tidak pernah hilang sehingga menjadi salah satu cita rasa terbaik yang dapat disajikan kepada para penikmat kopi legendaris," katanya.

Nancy juga mengisahkan bahwa kopi tersebut memiliki kedekatan dengan perjalanan sejarah perjuangan bangsa. Berdasarkan cerita yang diwariskan keluarga, serbuk kopi pernah diberikan kepada para pejuang di kawasan Empang pada masa kolonial sebagai penyemangat dalam menghadapi penjajahan.

Meski mempertahankan cita rasa klasik, Kopi Bah Sipit terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui berbagai inovasi produk dan sajian kopi kekinian. Langkah tersebut dilakukan agar generasi muda dan para pelancong yang datang ke area kafe maupun pabrik di kawasan Empang dapat menikmati pengalaman ngopi yang memadukan nilai sejarah dengan sentuhan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....