Tengkleng Tulang Medok, Sajian Berkuah Pedas Nikmat
- 27 Mei 2026 15:50 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Penggemar hidangan berkuah kaya rempah pastinya sudah tidak asing lagi dengan tengkleng. Kuliner khas yang identik dengan olahan tulang dan daging ini selalu sukses memikat pencinta makanan berkat perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas yang membakar lidah. Kini, hidangan legendaris tersebut bisa disajikan langsung dari dapur rumah tanpa harus jauh-jauh mengantre di warung makan favorit.
Melalui kreasi resep terbaru yang dibagikan oleh akun Instagram kuliner populer @rumah.melatii, menu Tengkleng Tulang menjadi salah satu sajian yang paling banyak diburu untuk dipraktikkan ulang (recook). Kunci utama dari kelezatan menu yang satu ini terletak pada penggunaan 1,5 kilogram tulang segar yang masih memiliki lapisan daging tebal menempel di sisinya. Proses perebusan awal menjadi trik krusial untuk membuang sisa kotoran agar kuah yang dihasilkan nantinya tetap bersih dan bebas bau amis.
Rahasia kelezatan yang bikin nagih dari sajian ini bertumpu pada racikan bumbu halusnya yang sangat melimpah. Perpaduan belasan siung bawang merah dan bawang putih, kemiri sangrai, jahe, kunyit, serta kombinasi cabai keriting dan cabai rawit merah menciptakan warna kuah yang merah merona dan menggugah selera. Semua bahan tersebut ditumis bersama rempah aromatik seperti sereh, daun jeruk, dan lengkuas hingga benar-benar tanak dan mengeluarkan aroma wangi yang semerbak.
Setelah bumbu tumisan matang sempurna, seluruh rempah langsung dimasukkan ke dalam panci berisi rebusan tulang berkekuatan dua liter air. Proses memasak kemudian dilanjutkan dengan api kecil agar seluruh sari-sari bumbu dapat meresap sempurna hingga ke serat daging terdalam. Pada tahapan ini, sentuhan lada bubuk, ketumbar, kecap manis, dan sisiran gula merah mulai dimasukkan untuk mengunci keseimbangan rasa gurih dan manis yang pas.
Keunikan dari versi tengkleng kali ini adalah penambahan satu bungkus santan instan encer berukuran 65 mililiter menjelang akhir proses memasak. Kehadiran santan ini memberikan tekstur kuah yang sedikit lebih kental (medok) namun tidak bikin enek saat diseruput. Penggunaan api harus tetap dijaga dan kuah perlu diaduk perlahan agar konsistensi santan tetap menyatu indah dengan kaldu tulang dan minyak cabai.
Sebagai sentuhan akhir yang menyempurnakan hidangan, belasan buah cabai rawit utuh dan potongan daun bawang segar ikut dicemplungkan ke dalam wajan panas. Sensasi letupan cabai rawit utuh ini sengaja dihadirkan bagi mereka yang mendambakan level kepedasan ekstra di setiap suapan. Begitu kuah mulai meletup-letup dan daging di tulang sudah terasa empuk saat digigit, tengkleng tulang pun siap untuk diangkat.
Sajian tengkleng tulang medok ini paling nikmat dihidangkan selagi hangat di dalam mangkuk besar dengan taburan bawang goreng renyah di atasnya. Jangan lupa untuk menambahkan kucuran jeruk nipis segar sesaat sebelum disantap bersama sepiring nasi putih hangat. Kombinasi rasa kuah yang pedas, asam, manis, dan gurih dijamin akan membuat momen bersantap bersama keluarga tercinta terasa berkali-kali lipat lebih istimewa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....