Indonesia Dominasi Daftar Street Food Terbaik Dunia Versi TasteAtlas

  • 18 Mei 2026 17:53 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kuliner kaki lima Asia Tenggara kembali mendapat sorotan dunia. Platform panduan kuliner global TasteAtlas merilis daftar “100 Best Southeast Asian Street Food”, yang menempatkan sejumlah hidangan khas Indonesia di posisi teratas.

Dalam daftar tersebut, Indonesia tampil menonjol lewat beragam makanan tradisional yang akrab dijumpai di pinggir jalan hingga pusat kuliner rakyat. Cita rasa yang kaya rempah dan keberagaman bahan lokal menjadi kekuatan utama kuliner Nusantara di mata internasional.

Posisi pertama ditempati oleh Sate Kambing. Hidangan ini dikenal melalui potongan daging kambing yang dibakar di atas bara api, lalu disajikan dengan bumbu kacang atau kecap manis bercampur irisan bawang dan cabai. Aroma asap dari proses pembakaran menjadi ciri khas yang membuat sate kambing digemari banyak orang.

Di posisi kedua ada Banh Mi Heo Quay dari Vietnam. Sajian roti baguette isi daging panggang renyah ini terkenal karena perpaduan tekstur garing, segar, dan gurih dalam satu gigitan. Masih dari Vietnam, Banh Mi juga masuk lima besar dan berada di posisi keempat.

Sementara itu, Malaysia menempatkan Roti Canai di peringkat ketiga. Roti pipih berlapis dengan tekstur lembut dan renyah ini biasanya disantap bersama kuah kari, menjadikannya salah satu makanan jalanan paling populer di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia kembali menunjukkan dominasinya lewat Siomay di posisi kelima. Hidangan berbahan ikan yang dikukus ini disajikan bersama kentang, kol, tahu, telur, dan saus kacang yang khas. Siomay telah lama menjadi salah satu ikon jajanan jalanan Indonesia karena mudah ditemukan di berbagai daerah.

Tak berhenti di situ, posisi keenam ditempati Batagor. Singkatan dari “bakso tahu goreng” ini berasal dari Bandung dan dikenal lewat kombinasi tahu goreng isi ikan yang disiram saus kacang gurih. Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam menjadi daya tarik utama makanan ini.

Kemudian di posisi ketujuh ada Sate Padang. Berbeda dari sate pada umumnya, sate khas Sumatera Barat ini menggunakan kuah kental berbumbu rempah dengan cita rasa gurih dan pedas. Penggunaan jeroan maupun daging sapi membuat rasanya semakin kaya.

Masuknya berbagai kuliner Indonesia dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa makanan jalanan Nusantara memiliki daya saing kuat di tingkat internasional. Tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang identitas budaya yang tercermin dalam setiap sajian.

Keberhasilan ini juga menjadi pengingat bahwa kuliner tradisional bukan sekadar makanan sehari-hari. Di balik gerobak sederhana dan warung kaki lima, tersimpan warisan rasa yang mampu menarik perhatian dunia dan membuat masyarakat Indonesia patut berbangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....