Oli Jepret kuliner tradisional, camilan legend Bogor

  • 28 Apr 2026 12:11 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Oli Jepret menjadi salah satu kuliner tradisional khas Jawa Barat yang mulai jarang terdengar, padahal cita rasanya begitu lekat di ingatan masyarakat pedesaan. Makanan ini berbahan dasar singkong yang diolah secara sederhana, namun menghasilkan sajian gurih dan mengenyangkan. Di tengah maraknya makanan modern, keberadaan Oli Jepret menjadi pengingat bahwa pangan tradisional memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar.

Di sejumlah daerah di Jawa Barat, singkong sejak lama menjadi bahan pangan penting selain beras. Dari bahan inilah masyarakat menciptakan beragam hidangan, salah satunya Oli Jepret. Nama yang unik membuat banyak orang penasaran. Sebutan tersebut diyakini berasal dari bunyi “jepret” saat singkong yang telah diproses digoreng dalam minyak panas, menghasilkan suara renyah yang khas ketika dimasak.

Proses pembuatan Oli Jepret tergolong sederhana, tetapi membutuhkan ketelatenan. Singkong terlebih dahulu dikupas, dicuci bersih, lalu diparut atau dipotong tipis sesuai kebiasaan masing-masing daerah. Setelah itu singkong dibumbui dengan garam, bawang putih, dan kadang ditambah kencur agar aromanya lebih harum. Adonan kemudian dibentuk kecil-kecil sebelum digoreng hingga berwarna keemasan.

Tekstur Oli Jepret menjadi daya tarik utama. Bagian luar terasa garing dan renyah, sementara bagian dalam tetap lembut khas singkong matang. Rasa gurih alami berpadu dengan aroma rempah sederhana menjadikan camilan ini cocok disantap kapan saja. Banyak warga menikmatinya sebagai teman minum teh hangat di pagi atau sore hari, terutama saat berkumpul bersama keluarga.

Selain lezat, Oli Jepret juga mencerminkan kearifan masyarakat dalam memanfaatkan hasil bumi lokal. Singkong dikenal mudah ditanam dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, sehingga menjadi sumber pangan andalan di masa lalu. Dari bahan yang murah dan mudah didapat, masyarakat mampu menghadirkan makanan bernilai tinggi yang tetap disukai lintas generasi.

Kini, keberadaan Oli Jepret mulai diangkat kembali oleh pelaku usaha kuliner rumahan dan komunitas pecinta makanan tradisional. Mereka menghadirkan inovasi rasa seperti pedas, keju, hingga balado tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Upaya ini dinilai penting agar makanan warisan leluhur tetap dikenal generasi muda dan mampu bersaing di pasar modern.

Pelestarian Oli Jepret tidak hanya soal menjaga resep lama, tetapi juga merawat identitas budaya Jawa Barat. Kuliner tradisional seperti ini menyimpan cerita tentang kehidupan masyarakat, kreativitas dapur sederhana, dan kebersamaan keluarga. Dengan terus diperkenalkan kepada masyarakat luas, Oli Jepret dari singkong berpeluang kembali menjadi primadona kuliner Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....