Sumpia: Camilan Renyah yang Kaya Sejarah

  • 30 Mar 2026 17:58 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor — Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisional yang beragam, termasuk dalam kategori makanan ringan. Salah satu camilan yang cukup populer, khususnya di kalangan masyarakat Betawi dan Jawa, adalah sumpia. Kue kering ini dikenal dengan teksturnya yang renyah serta cita rasa gurih yang khas, sehingga kerap disajikan sebagai camilan harian maupun hidangan dalam berbagai perayaan.

Sumpia memiliki akar sejarah yang dipengaruhi oleh budaya Tionghoa yang masuk ke Indonesia, terutama di wilayah Betawi. Seiring perjalanan waktu, makanan ini mengalami proses akulturasi dengan cita rasa lokal. Hasilnya, sumpia berkembang menjadi salah satu camilan tradisional yang tidak hanya bertahan, tetapi juga digemari di berbagai daerah.

Dari segi bahan, sumpia tergolong sederhana dan mudah dibuat. Bahan utamanya terdiri dari tepung terigu, telur, serta minyak atau mentega. Sementara itu, isian sumpia cukup beragam, mulai dari abon, ebi, hingga wijen, yang memberikan karakter rasa berbeda pada setiap varian.

Proses pembuatan sumpia dimulai dengan mencampur tepung terigu, telur, dan minyak hingga menjadi adonan kalis. Adonan kemudian digiling tipis, dipotong sesuai ukuran, lalu diisi dengan bahan pilihan seperti abon atau ebi. Setelah itu, adonan digulung atau dilipat sebelum digoreng atau dipanggang hingga kering dan renyah.

Tahap akhir pembuatan tidak kalah penting, yakni proses pendinginan. Sumpia yang telah matang perlu didinginkan agar teksturnya tetap garing dan tidak mudah melempem. Proses ini turut menentukan kualitas akhir dari camilan tersebut.

Ciri khas utama sumpia terletak pada teksturnya yang renyah dan garing saat digigit. Dari segi rasa, sumpia umumnya gurih, meskipun beberapa varian menghadirkan sentuhan manis. Aroma harum dari proses penggorengan atau pemanggangan berpadu dengan wangi isian, menambah daya tarik camilan ini.

Dalam perkembangannya, sumpia kini hadir dalam berbagai variasi untuk mengikuti selera masyarakat modern. Selain varian klasik seperti abon sapi, udang atau ebi, dan wijen, muncul pula inovasi seperti sumpia cokelat yang menyasar kalangan muda.

Lebih dari sekadar camilan, sumpia memiliki nilai budaya dan ekonomi yang penting. Makanan ini menjadi bagian dari tradisi kuliner yang diwariskan turun-temurun. Di sisi lain, sumpia juga membuka peluang usaha bagi pelaku industri rumahan hingga skala kecil menengah, bahkan menembus pasar ekspor sebagai produk unggulan khas Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....