Choipan, Kudapan Legendaris dari Singkawang
- 16 Mar 2026 12:23 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Choipan menjadi salah satu kudapan khas yang tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Nusantara. Makanan berbentuk pangsit kukus dengan kulit transparan ini dikenal berasal dari kota Singkawang, Kalimantan Barat. Teksturnya yang lembut berpadu dengan isian gurih membuat choipan digemari banyak orang, baik sebagai camilan maupun hidangan ringan.
Dilansir dari theasianparent.com, choipan sebenarnya merupakan hasil akulturasi budaya kuliner Tionghoa dan masyarakat lokal di Singkawang. Hidangan ini diyakini berasal dari makanan Tionghoa bernama chai kue atau chai kway, yang berarti kue isi sayuran. Dalam dialek Hakka, makanan ini disebut “choi pan” yang secara harfiah berarti “kue sayur”.
Seiring waktu, penyebutan tersebut berubah di lidah masyarakat lokal menjadi “choipan”. Isian sayurnya juga mengalami penyesuaian dengan bahan yang mudah ditemukan di Indonesia, seperti bengkuang, kucai, atau talas.
Di Singkawang sendiri, choipan menjadi kuliner ikonik yang hampir selalu hadir di berbagai kesempatan, mulai dari santapan keluarga hingga oleh-oleh khas kota tersebut.
Di beberapa daerah dan komunitas, choipan dikenal dengan beberapa sebutan lain, antara lain:
- Chai Kue / Chai Kway (istilah asli dari Tiongkok)
- Choi Pan (dialek Hakka)
- Kue Choi Pan
Meski namanya berbeda, ciri khasnya tetap sama: kulit lembut dari tepung beras dengan isian sayuran gurih, disajikan dengan minyak bawang dan saus sambal asam pedas.
Berikut resep choipan yang bisa dibuat sendiri di rumah. (Cookpad.com/@wenny_must)
Bahan Kulit (22–25 pcs)
- 200 gr tepung beras
- 20 gr tepung sagu/tapioka
- 450 ml air
- 3 sdm minyak goreng
- ½ sdt garam
- Bahan Isian
- 500 gr bengkuang, parut
- 2 sdm ebi, rendam air panas lalu cincang
- 5 siung bawang putih, cincang halus
- Lada bubuk secukupnya
- Garam secukupnya
- 1 sdt kaldu jamur
Bahan Minyak Bawang
- 50 gr bawang putih cincang
- 100 ml minyak goreng
- Sejumput garam
- Bahan Saus Sambal
- 15 gr bawang putih
- 10 gr cabai rawit merah
- 2 sdm saus sambal
- 2 sdm cuka apel
- 2 sdm gula pasir
- 1 sdt garam
- 200 ml air
Cara Membuat
- Siapkan isian. Parut bengkuang. Rendam ebi dengan air panas lalu tiriskan. Cincang bawang putih dan ebi.
- Panaskan sedikit minyak dalam wajan. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan ebi dan aduk rata. Tambahkan bengkuang parut.
- Bumbui dengan lada, garam, dan kaldu jamur. Masak sebentar saja agar bengkuang tetap renyah. Sisihkan.
- Buat kulit. Campur semua bahan kulit dalam wadah dan aduk dengan whisk.
- Saring adonan ke panci anti lengket, lalu masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga adonan tidak lengket di panci.
- Pindahkan ke mangkuk plastik. Uleni dengan spatula, lalu uleni dengan tangan setelah agak hangat hingga kalis.
- Ambil sekitar 1 sdm adonan, bulatkan lalu pipihkan. Isi dengan sekitar 1 sdt isian, kemudian lipat dan rekatkan.
- Panaskan kukusan yang dialasi daun pisang yang telah dioles minyak. Kukus choipan sekitar 10 menit.
- Buat minyak bawang. Goreng bawang putih cincang dengan minyak hingga kecokelatan, tambahkan sedikit garam lalu angkat.
- Buat saus sambal. Blender bawang putih dan cabai rawit dengan sebagian air. Masak bersama sisa air, saus sambal, gula, cuka apel, dan garam hingga mendidih.
- Angkat choipan yang sudah matang, siram dengan minyak bawang dan sajikan bersama saus sambal
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....