Sejarah Mie: Sudah Ada sejak 4.000 Tahun Lalu
- 24 Feb 2026 13:29 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Mie menjadi salah satu makanan paling populer di dunia dan telah lama hadir dalam berbagai tradisi kuliner. Hidangan berbahan dasar adonan tepung dan air ini berkembang di banyak peradaban dengan bentuk dan cita rasa yang berbeda. Sejarah panjangnya mencerminkan proses pertukaran budaya antarbangsa selama berabad-abad.
Sejumlah penelitian arkeologi menunjukkan bahwa mie telah dikenal sejak ribuan tahun lalu di wilayah Tiongkok. Pada 2005, tim arkeolog menemukan sisa mie berusia sekitar 4.000 tahun di situs Lajia, dekat Sungai Kuning, Provinsi Qinghai. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature, yang menyebutkan mie tersebut dibuat dari millet (sejenis biji-bijian), bukan dari gandum seperti yang umum digunakan saat ini.
Dalam perkembangannya, mie menyebar ke berbagai wilayah Asia melalui jalur perdagangan, termasuk Jalur Sutra. Di Jepang, mie berkembang menjadi ramen dan udon dengan ciri khas kuah kaldu yang kuat. Sementara di Asia Tenggara, mie bertransformasi menjadi aneka hidangan seperti mie goreng dan bihun dengan bumbu lokal yang kaya rempah.
Di Eropa, pasta sering dikaitkan dengan Italia dan memiliki sejarah panjang tersendiri. Beberapa catatan menyebutkan bahwa bangsa Romawi kuno telah mengenal makanan sejenis pasta yang disebut laganum yang merupakan cikal bakal lasagna. Meski ada legenda yang mengaitkan kedatangan mie ke Italia dengan perjalanan Marco Polo dari Tiongkok pada abad ke-13, banyak sejarawan menilai pasta sudah berkembang di kawasan Mediterania sebelum masa tersebut.
Seiring Revolusi Industri, produksi mie mengalami perubahan besar dengan hadirnya teknologi pengolahan massal. Pada abad ke-20, mie instan diperkenalkan oleh Momofuku Ando di Jepang pada 1958 melalui produk Chikin Ramen. Inovasi ini kemudian berkembang pesat dan menjadikan mie instan sebagai makanan praktis yang digemari masyarakat global.
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat gandum sebagai salah satu komoditas pangan utama dunia yang banyak diolah menjadi produk mie dan pasta. Hal ini menunjukkan peran mie bukan hanya sebagai makanan budaya, tetapi juga bagian dari sistem pangan global. Kini, mie hadir dalam berbagai variasi, mulai dari hidangan tradisional hingga kreasi modern yang mengikuti selera zaman.
Sebagai makanan lintas budaya, mie bukan sekadar sajian sehari-hari, tetapi juga simbol akulturasi dan inovasi kuliner. Dari temuan arkeologis di Tiongkok hingga industri mie instan modern, perjalanan mie mencerminkan dinamika sejarah manusia dalam mengolah pangan. Keberadaannya yang terus bertahan membuktikan bahwa mie telah menjadi bagian penting dari peradaban dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....