Dari Roma ke Amerika, Ini Sejarah Fettuccine Alfredo

  • 16 Feb 2026 09:44 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Fettuccine Alfredo merupakan hidangan pasta klasik yang berasal dari Roma, Italia, dan diciptakan oleh Alfredo di Lelio pada awal abad ke-20. Hidangan ini awalnya dibuat pada 1907 untuk membantu memulihkan kondisi istrinya yang lemah usai melahirkan. Meski kini identik dengan saus krim kental ala Amerika, resep aslinya hanya terdiri dari mentega, Parmigiano Reggiano, dan pasta segar.

Rabu, 14 Januari 2026, popularitas Fettuccine Alfredo tetap tinggi terutama di Amerika Serikat, bahkan menjadi salah satu menu pasta paling banyak dipesan. Namun, di Italia sendiri hidangan ini justru tidak umum ditemukan kecuali di restoran aslinya di Roma. Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan evolusi resep antara Italia dan Amerika.

Alfredo di Lelio lahir di Roma pada 1883 dan memulai kariernya di restoran keluarga di Piazza Rosa. Setelah istrinya, Ines, mengalami kondisi lemah pasca melahirkan pada 1907, Alfredo menciptakan pasta dengan mentega dalam jumlah lebih banyak dari biasanya serta tambahan Parmigiano Reggiano. Campuran tersebut diemulsikan dengan teknik khusus hingga menghasilkan tekstur lembut dan menyatu.

Kesuksesan hidangan itu mendorong Alfredo membuka restoran sendiri pada 1914 di Via della Scrofa, Roma. Di restoran tersebut, penyajian pasta dilakukan langsung di meja pelanggan. Teknik pengadukan dengan sendok dan garpu besar menjadi daya tarik tersendiri dan menarik perhatian wisatawan asing.

Popularitas Fettuccine Alfredo mulai meluas ke Amerika Serikat pada dekade 1920-an. Referensi awal tercatat dalam novel "Babbitt" karya Sinclair Lewis pada 1922, yang menyebut trattoria di Via della Scrofa sebagai tempat menyajikan fettuccine terbaik. Publikasi lain di Saturday Evening Post pada 1927 turut memperkenalkan hidangan ini kepada pembaca Amerika.

Dukungan figur publik turut memperkuat ketenaran hidangan tersebut. Pasangan aktor Hollywood, Mary Pickford dan Douglas Fairbanks, mengunjungi restoran Alfredo saat bulan madu mereka pada 1920 dan kembali pada 1927 dengan hadiah sendok dan garpu emas bertuliskan “To Alfredo the King of the noodles.” Publisitas ini mempercepat penyebaran popularitas Fettuccine Alfredo di Amerika.

Seiring waktu, resepnya mengalami perubahan di Amerika Serikat. Jika versi asli hanya menggunakan mentega, Parmigiano Reggiano, dan air rebusan pasta untuk membentuk saus, versi Amerika menambahkan krim kental dan kadang tepung sebagai pengental. Produk saus Alfredo bahkan dipasarkan dalam bentuk kemasan siap pakai di berbagai supermarket.

Saat ini, restoran asli tersebut masih beroperasi di Roma dengan nama Ristorante Alfredo alla Scrofa. Tempat itu menjadi satu-satunya lokasi di Italia yang secara konsisten menyajikan resep tradisional Fettuccine Alfredo. Perjalanan panjang hidangan ini menunjukkan bagaimana sebuah resep sederhana dapat berkembang secara global dan mengalami adaptasi sesuai selera pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....