Sejarah Pizza Margherita, Ikon Kuliner Italia Mendunia!

  • 12 Agt 2025 12:19 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Siapa yang tidak mengenal Pizza Margherita? Dengan tampilan sederhana namun memikat, saus tomat merah segar, mozzarella putih yang meleleh sempurna, dan daun basil hijau yang harum pizza ini tidak hanya menjadi primadona kuliner Italia, tetapi juga telah menembus selera masyarakat dunia.

Pizza Margherita kerap disebut sebagai simbol kebanggaan Italia karena warnanya melambangkan bendera nasional yaitu merah, putih, dan hijau. Namun, di balik cita rasa yang menggoda, tersimpan kisah sejarah panjang yang bermula dari kota Napoli, kampung halaman pizza.

Dilansir dari website www.11inchpizza.com.au Napoli, yang berdiri sejak sekitar 600 SM, dikenal sebagai kota kelahiran pizza. Pada abad ke-18 hingga 19, mayoritas penduduknya hidup sederhana, sehingga pizza, roti pipih dengan berbagai topping menjadi pilihan makanan cepat, murah, dan mengenyangkan. Toppingnya bervariasi, mulai dari tomat, keju, zaitun, hingga ikan teri dan bawang putih. Penulis Prancis terkenal, Alexandre Dumas, bahkan pernah menggambarkan beragam varian pizza ini pada tahun 1843.

Kisah paling populer tentang lahirnya Pizza Margherita bermula pada tahun 1889, saat Italia baru saja bersatu (1861). Raja Umberto I dan Ratu Margherita mengunjungi Napoli. Bosan dengan hidangan mewah ala Prancis yang kala itu menjadi favorit bangsawan Eropa, sang ratu meminta koki pizza terkenal Napoli, Raffaele Esposito, untuk membuatkan tiga varian pizza.

Dua pizza pertama tidak sesuai selera sang ratu. Namun, pizza ketiga terinspirasi warna bendera Italia dengan saus tomat merah, mozzarella putih, dan basil hijau langsung mendapat pujian. Esposito menamai kreasi tersebut "Pizza Margherita" sebagai penghormatan bagi sang ratu.

Meski kisah ini melegenda, keaslian dokumen pujian dari istana yang konon dikirim kepada Esposito masih diperdebatkan para sejarawan. Ada dugaan bahwa kisah ini mungkin dibuat untuk mendongkrak penjualan pizza pada masa sulit. Namun, benar atau tidaknya, popularitas Pizza Margherita tak terbantahkan hingga kini.

Pizza tetap menjadi hidangan lokal Napoli hingga akhir abad ke-19, saat imigran Italia mulai membawanya ke Amerika Serikat. Di sana, pizza pertama kali dijual oleh para pedagang keliling dan kemudian di kedai-kedai kecil yang melayani komunitas Italia.

Gelombang migrasi Italia ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 membawa pizza keluar dari Napoli. Awalnya dijual di jalan seharga dua sen per potong, pizza kemudian masuk ke kafe dan toko kelontong untuk memenuhi selera komunitas Italia-Amerika. Baru pada 1940-an, setelah para prajurit Amerika yang bertugas di Italia pulang dari Perang Dunia II, pizza mulai digemari masyarakat luas.

Di Australia, tradisi pizza dibawa oleh imigran Italia sejak masa demam emas, dan semakin populer pada 1950-1960an seiring meningkatnya migrasi pasca Perang Dunia II. Pizza pun menjadi bagian dari identitas kuliner multikultural negeri tersebut.

Hingga kini, Pizza Margherita tetap mempertahankan resep klasiknya, adonan tipis yang dipanggang hingga garing, saus tomat segar, mozarella berkualitas, basil harum, dan sentuhan minyak zaitun. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatannya, membuktikan bahwa kelezatan sejati tidak selalu memerlukan banyak hiasan.

Dengan sejarah yang melintasi benua dan budaya, Pizza Margherita bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari perjalanan kuliner dunia yang tak lekang oleh waktu. (MayCin)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....