Pemerintah Incar Pertumbuhan 5,2% dengan Kebijakan Fiskal
- 07 Jan 2025 14:36 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merencanakan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2% pada tahun 2025. Target ini optimis dapat tercapai dengan mengandalkan beberapa faktor kunci, seperti permintaan domestik yang kuat, kelanjutan pembangunan infrastruktur, serta kebijakan fiskal yang efektif dalam mendukung sektor usaha, investasi, dan daya saing nasional.
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah pidato terkait RUU APBN 2025, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi ekonomi global masih stagnan, Indonesia akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan domestik. Salah satu langkah utama adalah menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi, penciptaan lapangan kerja, serta program bantuan sosial dan subsidi yang terus digulirkan. "Kondisi ekonomi global yang masih relatif stagnan membuat ekonomi kita lebih bergantung pada permintaan domestik," kata Jokowi, seperti dikutip Setneg.
Anggaran Pendapatan Negara yang tercatat sekitar Rp3 kuadriliun akan berasal dari penerimaan pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah. Meskipun begitu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut International Monetary Fund (IMF) lebih rendah, yaitu hanya 5,1% untuk tahun 2025.
Mantan Presiden Jokowi juga mengungkapkan keyakinannya bahwa inflasi Indonesia dapat ditekan pada level 2,5% pada tahun tersebut. Dalam enam tahun terakhir, Indonesia mencatatkan inflasi tertinggi pada 2022 dengan angka 4,1%. Optimisme ini didorong oleh pengendalian harga, kebijakan moneter, dan dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Di sisi lain, dalam perbandingan dengan negara-negara ASEAN, Indonesia masih berada di posisi tengah dalam hal pertumbuhan ekonomi. Vietnam diperkirakan akan memimpin dengan pertumbuhan 6,1%, sementara Filipina berada di angka 5,8%. Di sisi lain, Myanmar mencatatkan PDB terendah di ASEAN dengan proyeksi hanya mencapai US$1,19 ribu pada 2025.
Meski demikian, Indonesia tetap memiliki PDB yang cukup besar di kawasan ASEAN. Pada 2024, PDB Indonesia tercatat sekitar US$4,98 ribu dan diproyeksikan akan meningkat menjadi US$5,25 ribu pada 2025. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5%, Indonesia berada di peringkat kelima ASEAN berdasarkan PDB.
Sumber-sumber ekonomi seperti sektor pertambangan dan energi diperkirakan akan memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Daya tarik pasar domestik yang kuat dan kebijakan pemerintah yang terus mendorong sektor-sektor kunci diyakini akan mendongkrak perekonomian Indonesia ke arah yang lebih positif pada tahun 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....