Darah Rendah vs Kurang Darah: Memahami Persamaan dan Perbedaan

  • 21 Jun 2024 16:54 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Darah rendah dan kurang darah (anemia) adalah dua kondisi kesehatan yang sering disalahartikan satu sama lain. Meskipun kedua kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan dan gejala lainnya, namun memiliki penyebab dan cara penanganan yang berbeda. Dilansir dari halodoc.com dan alodokter.com, berikut perbedaan dan cara mengatasinya :

Darah Rendah (Hipotensi)

Darah rendah, atau hipotensi, adalah kondisi di mana tekanan darah lebih rendah dari nilai normal. Tekanan darah normal pada orang dewasa adalah 120/80 mmHg. Seseorang dikatakan memiliki darah rendah jika tekanan darahnya consistently di bawah 90/60 mmHg.

Gejala Darah Rendah:

Pusing

Pusing

Penglihatan kabur

Kelelahan

Mual

Pingsan

Penyebab Darah Rendah:

Dehidrasi

Kehilangan darah

Efek samping obat

Gangguan jantung

Gangguan endokrin

Pengobatan Darah Rendah:

Minum banyak air

Konsumsi makanan kaya garam

Istirahat yang cukup

Hindari alkohol dan kafein

Mengubah posisi tubuh secara perlahan

Obat-obatan, jika diperlukan


Kurang Darah (Anemia)

Kurang darah, atau anemia, adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala Kurang Darah:

Kelelahan

Kulit pucat

Sesak napas

Pusing

Sakit kepala

Dingin di tangan dan kaki

Penyebab Kurang Darah:

Kekurangan zat besi

Kekurangan vitamin B12

Kekurangan folat

Kehilangan darah kronis

Gangguan sumsum tulang

Pengobatan Kurang Darah:

Suplemen zat besi

Suplemen vitamin B12

Suplemen folat

Transfusi darah, jika diperlukan

Persamaan Darah Rendah dan Kurang Darah:

Kedua kondisi dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan kelemahan.

Kedua kondisi dapat diobati dengan perubahan gaya hidup dan/atau pengobatan.

Darah rendah dan kurang darah adalah dua kondisi kesehatan yang berbeda dengan penyebab dan cara penanganan yang berbeda pula. Penting untuk memahami perbedaan antara kedua kondisi ini agar Anda dapat mencari diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....