Bahaya Penggunaan Baby Walker Pada Bayi

  • 31 Mei 2024 08:50 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Baby walker dianggap sebagai alat bantu yang bermanfaat untuk membantu bayi belajar berjalan. Namun, kadang-kadang, penggunaan baby walker tidak membawa manfaat yang diharapkan. Berbagai organisasi dan profesional kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telah mengemukakan berbagai bahaya dan risiko yang terkait dengan penggunaan alat ini.


Bahaya Penggunaan Baby Walker, diantaranya:


1. Risiko Cedera Fisik

- Cedera Kepala: Karena bayi dapat bergerak lebih cepat dan mencapai tempat berbahaya, risiko jatuh dari tangga, menabrak benda keras, atau menarik benda berat meningkat.


- Cedera Tubuh Lainnya: Bayi yang menggunakan baby walker juga lebih mungkin mengalami cedera pada tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Tersangkut atau terjepit di antara furnitur dan benda lain adalah salah satu contohnya.


2. Perkembangan Motorik yang Terganggu

- Penundaan dalam Merangkak dan Berjalan: Perkembangan motorik bayi dapat terhambat oleh penggunaan baby walker. Karena bayi yang sering menggunakan baby walker tidak tumbuh otot yang diperlukan untuk merangkak dan berjalan secara alami, mereka lebih lambat belajar melakukannya.


- Posisi Tubuh yang Salah: Bayi walker mengubah cara otot kaki mereka bekerja, yang dapat menyebabkan masalah postur dan berjalan di kemudian hari.


3. Perkembangan Kognitif yang Terhambat

- Pengurangan Eksplorasi Mandiri:Bayi yang sering ditempatkan di baby walker mungkin tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi lingkungan mereka secara alami dan mandiri. Ini dapat menyebabkan perkembangan sensorik dan kognitif mereka terhambat.


Para ahli dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyuarakan kekhawatiran mereka tentang penggunaan baby walker. Menurut IDAI, risiko cedera dan gangguan perkembangan yang terkait dengan penggunaan baby walker jauh lebih besar daripada keuntungan yang mungkin diperoleh.


Dr. Rinawati Rohsiswatmo, seorang dokter anak senior dan anggota IDAI, menyatakan bahwa baby walker dapat memberi bayi rasa aman yang palsu. "Bayi yang menggunakan baby walker mungkin merasa lebih mandiri, tetapi mereka sebenarnya berada dalam bahaya yang lebih besar karena kemampuan motorik dan kontrol mereka belum sepenuhnya berkembang," kata Dr. Rinawati.


IDAI merekomendasikan orang tua untuk menghindari penggunaan baby walker dan sebagai gantinya, memberikan kesempatan bagi bayi untuk berlatih bergerak di lingkungan yang aman dan diawasi. Dr. Soedjatmiko, seorang dokter anak lainnya dari IDAI, menambahkan bahwa bayi harus diberikan banyak waktu untuk bermain di lantai dengan pengawasan langsung dari orang tua atau pengasuh. "Permainan di lantai membantu bayi mengembangkan kekuatan otot dan koordinasi yang diperlukan untuk merangkak dan berjalan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....