Manfaat Labu Siam untuk Penderita Asam Urat
- 30 Mei 2024 13:46 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Labu siam atau dikenal juga dengan Jipang. seringkali kita jumpai diolah menjadi masakan lezat. Umumya labu siam dimasak dengan kuah santan, atau bisa juga direbus dijadikan sayur yang menyegarkan.
Labu siam adalah buah dari tanaman rambat Sechium edule, yang buah dan pucuk mudanya pun bisa dikonsumsi.
Banyak kandungan dan mineral pada labu siam yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin B, C, E, dan K. Kandungan mineral seperri magnesium, kalsium, kalium, fosofr, zat besi, asam fola dan zinc.
Benarkah labu siam baik bagi penderita asam urat?
Bukti bahwa Labu Siam Baik bagi Penderita Asam Urat
Dikutip dari KlikDokter, terdapat penelitian yang dilakukan oleh Davao Medical School Foundation dengan uji coba pada kelinci. Dari penelitian tersebut ditemukan adanya penuruan asam urat pada kelinci yang mengonsumsi labu siam 25 persen.
Manfaat labu siam bagi penderita asam urat ini diketahui dari kandungan vitamin dan mineralnya yang tinggi serat.
Serat di dalam tubuh bisa emmbantu melancarkan proses metabolisme. Selain itu, labu siam juga mengandung purin yang rendah, sehingga bisa dimasukkan daftar menu diet rendah purin.
Perlu diingat bahwa diet rendah purin ini sangat penting bagi penderita asam urat. Pasalnya, kadar purin yang banyak di dalam tubuh bisa menyebabkan peningkatan asam urat.
Bila kondisi ini tidak segera ditangani bahkan ginjal tidak mampu menyaring asam urat dengan baik, semakin lama kondisi ini bisa menyebabkan penyakit asam urat.
Masih dilansir dari KlikDokter, kadar asam urat dipengaruhi dua hal, yaitu:
1. Laju pembuatan asam urat di dalam hati.
Asam urat terbentuk dari pemecahan purin, kadarnya di dalam tubuh dipengaruhi oleh jumlah purin yang dibuat di dalam tubuh serta jumlah purin yang diserap dari makanan.
2. Laju pembuangan asam urat melalui ginjal.
Normalnya, asam urat di dalam pembuluh darah akan bergerak ke ginjal dan dibuang melalui urine.
Berikut tanda dan gejala dari penyakit asam urat:
- Nyeri sendi berkepanjangan
Nyeri ini sering dirasakan pada ibu jari kaki, kaki, lutut, mata kaki, jari tangan, dan pergelangan tangan.
Sendi yang terkena penyakit asam urat bisa mengalami bengkak, keras, panas, dan kemerahan.
- Hambatan ruang gerak
Akan muncul gejala kekauan sendi sehingga sulit untuk bergerak.
Bukan hanya makanan saja, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kadar asam urat diantaranya:
1. Pemilihan Makanan
Hindari makanan tinggi purin seperti seafood atau makanan laut, daging merah, makanan dan minuman yang mengandung fruktosa dna minuman alkohol.
2. Obesitas
Tanpa disadari, berat badan berlebih menjadikan tubuh memproduksi asam urat lebih banyak. Selain itu ginjal juga kesulitan membuang asam urat.
3. Kondisi Medis Tertentu
Kondisi seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal dan sindrom metabolik.
4. Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Konsumsi obat seperti diuretic tiazid, aspirin dosis rendah, atau obat-obatan untuk mencegah penolakan pada orang yang mengalami transplantasi organ.
5. Riwayat Keluarga Mengalami Gout
Adanya anggota keluarga yang mengalami penyakit gout ini.
6. Usia dan Jenis Kelamin
Asam urat lebih sering terjadi pada pria. Namun, setelah wanita mengalami menopause, kemungkinan terjadi asam urat ini sama seperti pria.
Jika Anda merupakan penderita asam urat, Anda bisa rutin memasukkan labu siam ke dalam menu diet rendah purin harian Anda. Hindarilah makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, serta makanan laut. Tingkatkan juga upaya menjaga kadar asam urat dengan rutin berolahraga. Jika itu semua sudah rutin dilakukan tetapi kadar asam urat masih juga tinggi, lebih baik konsultasi lebih lanjut dengan dokter agar mendapatkan terapi yang lebih optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....