Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Lemas Biasa dan Hipokalemia

  • 30 Sep 2026 11:32 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Rasa lemas tidak selalu disebabkan oleh kelelahan biasa, tetapi bisa menjadi tanda hipokalemia atau kekurangan mineral kalium yang memerlukan perhatian medis.
  • Masyarakat perlu memahami perbedaan antara lemas akibat kelelahan dan lemas akibat hipokalemia agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat dan akurat.
  • Hipokalemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan kadar kalium dalam tubuh yang terlalu rendah, berbeda dengan kelelahan yang merupakan respons normal terhadap aktivitas fisik intensif.

RRI.CO.ID, Bogor - Rasa lemas sering kali dianggap kelelahan biasa akibat padatnya rutinitas serta aktivitas fisik sehari-hari. Padahal, kondisi tubuh lemas dapat menjadi indikasi awal bahaya hipokalemia atau kekurangan mineral kalium.

Masyarakat perlu memahami perbedaan kedua kondisi ini agar pertolongan pertama dapat diberikan secara tepat. Berikut adalah rincian perbedaan utama antara lemas akibat kelelahan dan lemas akibat hipokalemia:

  • Penyebab Utama: Lemas biasa terjadi akibat kurang tidur, sedangkan hipokalemia dipicu penurunan kadar kalium darah.
  • Proses Pemulihan: Lemas biasa membaik setelah beristirahat, sedangkan lemas hipokalemia tidak membaik hanya dengan tidur.
  • Gejala Pada Otot: Lemas biasa hanya menyebabkan pegal, sedangkan hipokalemia memicu kram parah serta kesemutan hebat.
  • Dampak Pada Saraf: Hipokalemia berisiko memicu kelumpuhan otot sementara serta gangguan irama detak jantung manusia.

Penurunan kadar kalium secara mendadak umumnya disebabkan oleh hilangnya cairan tubuh dalam jumlah besar. Kondisi diare parah, muntah berulang, serta penggunaan obat tertentu dapat menjadi pemicu utamanya.

Selain mengenali perbedaan gejala awal, masyarakat juga harus memahami langkah pertolongan pertama yang tepat. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi lemas akibat penurunan kadar kalium tubuh:

  • Konsumsi Buah Segar: Makan pisang, alpukat, atau kentang untuk membantu meningkatkan kadar kalium harian.
  • Asupan Air Kelapa: Minum air kelapa murni secara rutin untuk mempercepat pemulihan keseimbangan elektrolit tubuh.
  • Istirahat Yang Cukup: Hentikan aktivitas fisik berat agar kondisi otot tidak makin mengalami kelelahan berlebih.
  • Pemeriksaan Medis: Segera hubungi tenaga medis jika tangan dan kaki terasa sangat sulit digerakkan.

Pemeriksaan darah di laboratorium sangat penting untuk memastikan kadar elektrolit dalam tubuh secara akurat. Penanganan medis secara dini terbukti ampuh mencegah munculnya komplikasi bahaya pada organ jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....