Jangan Tunggu Usia 50, Cek Kesehatan Jantung Bisa Dimulai Lebih Dini

  • 29 Sep 2026 22:54 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pemeriksaan kesehatan jantung sering baru menjadi perhatian ketika seseorang memasuki usia 40 atau 50 tahun. Padahal, sejumlah faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung dapat berkembang jauh sebelum usia tersebut dan tidak selalu menimbulkan gejala.

Dilansir dari Hindustan Times, Selasa, 29 September 2026, Prof. Dr. Mohsin Wali, Senior Consultant dan Director Internal Medicine Pacific OneHealth, mengatakan pemeriksaan kesehatan jantung dapat dipertimbangkan lebih awal, terutama jika seseorang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan tersebut antara lain tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.

Tekanan darah tinggi menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin dapat membantu menemukan masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi komplikasi.

Kolesterol tinggi juga kerap tidak menimbulkan keluhan yang dapat dirasakan secara langsung. Pemeriksaan profil lipid dapat mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Selain tekanan darah dan kolesterol, kadar gula darah juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Gula darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, sehingga pemeriksaan gula darah puasa atau HbA1c dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi dan faktor risiko seseorang.

Pemeriksaan lebih awal terutama perlu dibicarakan dengan dokter jika seseorang memiliki berat badan berlebih, tekanan darah tinggi, kolesterol tidak normal, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko meski seseorang belum merasakan keluhan pada jantung.

Namun, tidak ada satu usia atau paket pemeriksaan yang berlaku sama untuk semua orang. Orang sehat berusia 30 tahun tanpa gejala dan faktor risiko dapat memiliki kebutuhan pemeriksaan yang berbeda dengan orang berusia lebih muda tetapi memiliki beberapa faktor risiko penyakit jantung.

Karena itu, menjaga kesehatan jantung tidak perlu menunggu munculnya keluhan atau memasuki usia tertentu. Pemeriksaan rutin yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing dapat membantu mengenali faktor risiko lebih awal sehingga perubahan gaya hidup maupun penanganan medis dapat dibicarakan bersama dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....