Pentingnya Mewaspadai Lonjakan Influenza A

  • 29 Sep 2026 22:37 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia. Penyebarannya perlu diwaspadai, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti sekolah, perkantoran, transportasi umum, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, influenza dapat menular melalui percikan pernapasan dan partikel udara yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Risiko penularan dapat meningkat ketika masyarakat beraktivitas di ruang tertutup dengan ventilasi yang kurang baik. Karena itu, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan menjadi bagian penting dalam pencegahan.

Gejala influenza A dapat menyerupai flu biasa dan meliputi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, serta tubuh terasa lemas. Pada sebagian orang, infeksi influenza dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat sehingga membutuhkan penanganan medis.

Demam yang sangat tinggi, termasuk hingga 41 derajat Celsius, bukan merupakan gejala yang selalu terjadi pada penderita influenza A. Suhu tubuh setinggi itu tergolong sangat tinggi dan dapat menandakan kondisi medis serius, sehingga memerlukan pemeriksaan segera untuk mengetahui penyebabnya.

Kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru kronis. Pada kelompok tersebut, influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia atau memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Pertolongan medis perlu segera dicari apabila seseorang mengalami gejala berat, seperti sesak napas, kejang, kebingungan, penurunan kesadaran, atau demam yang sangat tinggi. Masyarakat juga tidak dianjurkan memastikan penyebab demam hanya berdasarkan gejala, karena demam tinggi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan.

Selain berdampak pada kesehatan individu, peningkatan kasus influenza dapat menambah kebutuhan pelayanan kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, informasi mengenai perkembangan penyakit perlu diperoleh dari Kementerian Kesehatan dan sumber kesehatan resmi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menutup mulut serta hidung ketika batuk atau bersin, dan menggunakan masker ketika mengalami gejala pernapasan atau berada di lingkungan yang padat. Menjaga ventilasi ruangan, membersihkan lingkungan, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit juga dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Vaksinasi influenza dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi, dengan mempertimbangkan anjuran tenaga kesehatan. Jika mengalami gejala influenza, masyarakat dianjurkan beristirahat, memenuhi kebutuhan cairan, dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila kondisi memburuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....