Flu Tak Selalu Butuh Obat Antivirus, Kenali Kapan Oseltamivir Digunakan
- 29 Sep 2026 16:16 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Tidak semua orang yang terkena influenza membutuhkan obat antivirus. Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi Oseltamivir secara mandiri tanpa penilaian dokter.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan, Senin, 28 September 2026, mayoritas kasus influenza dapat sembuh sendiri dengan perawatan suportif, seperti cukup beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan. Oseltamivir terutama diperuntukkan bagi pasien dengan influenza berat dan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Dokter Konsultan Pulmonologi Intervensi dan Kegawatdaruratan Napas, Pompini Agustina Sitompul, menjelaskan bahwa influenza umumnya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Namun, kondisi tertentu dapat membuat influenza berkembang menjadi lebih berat dan membutuhkan penanganan medis.
Oseltamivir dapat diberikan terutama pada pasien dengan kondisi berat yang membutuhkan bantuan oksigen. Obat antivirus ini juga dapat dipertimbangkan untuk kelompok rentan, seperti anak berusia di bawah lima tahun, lansia berusia di atas 65 tahun, ibu hamil, penderita penyakit penyerta, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Kemenkes menegaskan penggunaan Oseltamivir secara berlebihan justru dapat menimbulkan masalah. Pemakaian antivirus tanpa indikasi medis berisiko mendorong terjadinya resistansi virus terhadap obat sehingga pilihan pengobatan dapat menjadi lebih terbatas.
Selain itu, penelitian yang dipaparkan ahli farmakologi Dewi Selvina Rosdiana menunjukkan manfaat Oseltamivir pada anak dengan influenza tanpa komplikasi relatif terbatas. Dalam meta-analisis terhadap sekitar 2.500 pasien anak rawat jalan, obat tersebut hanya memperpendek durasi sakit rata-rata sekitar 18 jam dan juga dikaitkan dengan risiko muntah yang lebih tinggi.
Karena itu, masyarakat tidak perlu menyimpan Oseltamivir sebagai persediaan pribadi hanya karena khawatir terkena influenza. Kemenkes menyebut pengadaan dan distribusi obat dilakukan berdasarkan kebutuhan medis dan data surveilans, dengan prioritas diberikan kepada pasien yang paling membutuhkan.
Masyarakat lebih dianjurkan mengenali gejala dan tanda bahaya influenza daripada melakukan pembelian obat secara berlebihan. Menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai, serta segera memeriksakan diri jika kondisi memburuk menjadi langkah yang dianjurkan Kemenkes.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....