SADARI dan SADANIS Jadi Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara

  • 29 Sep 2026 09:38 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pemeriksaan payudara dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga kesehatan. Dua metode yang dikenal untuk deteksi dini kanker payudara adalah SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri dan SADANIS atau pemeriksaan payudara secara klinis.

Praktisi kesehatan, Meira Sophia, menjelaskan hal tersebut dalam Dialog Bogor Pagi Ini, Senin, 28 September 2026. Pemeriksaan mandiri dapat dilakukan secara berkala untuk mengenali perubahan yang terjadi pada payudara.

“Untuk deteksi dini, perempuan bisa melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Idealnya dilakukan sekitar tujuh sampai sepuluh hari setelah menstruasi, sedangkan bagi perempuan yang sudah menopause bisa dilakukan sebulan sekali,” kata Meira.

Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain munculnya benjolan, perubahan bentuk atau permukaan kulit payudara, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan dari puting. Jika menemukan perubahan yang tidak biasa, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

“SADANIS merupakan pemeriksaan payudara yang dilakukan secara klinis oleh tenaga kesehatan. Kalau dari pemeriksaan ditemukan sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut, nantinya dapat dilakukan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan menggunakan metode seperti ultrasonografi atau mammografi berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan tenaga medis. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Masyarakat dapat menjadikan pemeriksaan payudara sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan. Deteksi dini juga tidak harus menunggu munculnya keluhan terlebih dahulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....