Kurangi Kafein Tak Langsung Bikin Mood Lebih Baik, Ini Alasannya
- 28 Sep 2026 10:57 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Mengurangi konsumsi kafein sering dianggap dapat membuat tubuh lebih tenang. Namun, perubahan tersebut tidak selalu langsung terasa karena tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah asupan kafein dikurangi.
Dilansir dari Real Simple, Minggu, 27 September 2026, registered dietitian Lyndsay Hall, RD, mengatakan pengurangan kafein dapat memengaruhi suasana hati, terutama pada beberapa hari pertama. Kondisi ini berkaitan dengan gejala putus kafein yang muncul ketika tubuh terbiasa menerima asupan kafein secara rutin.
| Baca juga: Waktu Olahraga yang Tepat saat Puasa |
Pada satu hingga dua hari pertama, seseorang dapat mengalami perubahan mood, mudah tersinggung, lebih cemas, lemas, hingga merasa lebih murung. Menurut Hall, keluhan tersebut umumnya berangsur membaik dalam satu hingga dua minggu setelah tubuh mulai beradaptasi.
Seberapa berat gejalanya dapat berbeda pada setiap orang. Jumlah kafein yang biasa dikonsumsi, seberapa cepat asupannya dikurangi, serta sensitivitas tubuh terhadap kafein turut memengaruhi respons tersebut.
Setelah melewati masa penyesuaian, sebagian orang justru dapat merasakan energi yang lebih stabil sepanjang hari. Pengurangan kafein juga berpotensi membantu mengurangi kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur pada orang yang sebelumnya sensitif terhadap efek kafein.
Kafein sendiri dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus untuk sementara waktu. Namun, pada sebagian orang, kafein juga dapat memicu respons tubuh yang berkaitan dengan rasa cemas sehingga efeknya terhadap suasana hati tidak sama pada setiap orang.
Orang yang memiliki tingkat kecemasan lebih tinggi dapat lebih merasakan perubahan setelah mengurangi kafein. Hall menjelaskan, kafein dapat memicu pelepasan norepinefrin yang berperan dalam respons tubuh terhadap situasi yang dianggap menegangkan.
Jika ingin mengurangi kafein, perubahan secara bertahap dapat membantu tubuh beradaptasi dengan lebih nyaman. Cara yang dapat dicoba antara lain mengurangi ukuran porsi, mencampurkan kopi biasa dengan kopi tanpa kafein, atau mengurangi satu minuman berkafein secara bertahap, karena dampak kafein sangat dipengaruhi jumlah konsumsi dan sensitivitas masing-masing orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....