Obat Ini Bisa Redakan Nyeri Berat, Kenali Fungsi dan Risikonya

  • 28 Sep 2026 11:19 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Nyeri berat pada kondisi tertentu membutuhkan obat pereda nyeri yang bekerja lebih kuat dibandingkan obat biasa. Salah satunya adalah obat golongan opioid yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga medis.

Dilansir dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, Minggu 27 September 2026, obat ini bekerja pada otak dan sistem saraf untuk mengurangi rasa nyeri, sehingga dapat digunakan pada kondisi dengan nyeri sedang hingga berat. Penggunaannya dapat diberikan dalam beberapa bentuk, seperti tablet, kapsul, cairan oral, hingga melalui infus sesuai kondisi pasien.

Pada kondisi tertentu, obat pereda nyeri kuat tersedia dalam jenis yang bekerja cepat untuk mengatasi nyeri yang muncul tiba-tiba. Ada pula jenis yang bekerja lebih lama untuk membantu mengendalikan nyeri yang berlangsung terus-menerus.

Namun, penggunaan obat tersebut juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain mengantuk, lemas, pusing, mual, sembelit, mulut kering, gatal, hingga kesulitan buang air kecil.

Efek yang lebih serius juga perlu diwaspadai, terutama gangguan pernapasan. Napas menjadi lambat atau dangkal, kesulitan bernapas atau menelan, pusing berat hingga pingsan, serta pembengkakan pada wajah atau leher memerlukan penanganan medis segera.

Penggunaan obat pereda nyeri kuat juga tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba setelah digunakan secara rutin. Pengurangan atau penghentian obat perlu dilakukan secara bertahap sesuai arahan dokter untuk menghindari munculnya gejala akibat penghentian obat.

Karena memiliki efek kuat pada sistem saraf, obat ini juga perlu disimpan dengan aman dan tidak digunakan oleh orang lain tanpa resep atau pengawasan tenaga medis. Pasien juga perlu menyampaikan kepada dokter jika mengalami perubahan kondisi atau efek samping selama pengobatan.

Informasi mengenai penggunaan obat tersebut perlu dipahami agar manfaat untuk mengendalikan nyeri dapat diperoleh dengan tetap memperhatikan keamanannya. Penggunaan sesuai petunjuk dokter menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko efek samping maupun komplikasi yang tidak diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....