Menangis ternyata Bisa Bantu Tubuh Lebih Tenang

  • 20 Sep 2026 17:31 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Menangis sering kali dianggap sebagai tanda kesedihan atau kelemahan emosional. Pandangan ini membuat banyak orang memilih untuk menahan air mata mereka saat sedang menghadapi tekanan. Padahal, menangis sebenarnya merupakan respons alami tubuh yang dirancang untuk meredakan ketegangan dan membantu seseorang mengolah emosi yang berat.

Dilansir dari Medical News Today, menangis berkaitan dengan aktivitas sistem saraf parasimpatik (parasympathetic nervous system), yaitu bagian dari sistem saraf yang berperan dalam kondisi istirahat dan pencernaan (rest and digest). Aktivitas sistem ini dapat membantu tubuh kembali ke kondisi yang lebih rileks, termasuk dengan memperlambat detak jantung dan ritme pernapasan.

Aktivasi sistem saraf parasimpatik tersebut berperan besar dalam membawa tubuh kembali ke kondisi yang lebih rileks. Proses ini membantu menurunkan kadar stres yang sempat melonjak akibat tekanan emosional. Oleh karena itu, pelepasan emosi melalui air mata bekerja mirip seperti tombol pemulihan alami bagi kondisi fisik dan mental seseorang.

Selain mekanisme saraf, reaksi kimia di dalam otak juga turut berperan saat seseorang menumpahkan emosinya. Air mata emosional dikaitkan langsung dengan pelepasan hormon oksitosin dan endorfin. Kedua zat kimia ini dikenal mampu membantu meredakan rasa sakit, baik yang bersifat fisik maupun emosional, sekaligus mendukung perbaikan suasana hati secara bertahap.

Menangis sendiri merupakan hal yang sepenuhnya normal dan frekuensinya dapat berbeda secara signifikan pada setiap individu. Medical News Today mencatat bahwa rata-rata perempuan di Amerika Serikat menangis sekitar 3,5 kali dalam sebulan, sedangkan laki-laki berada di angka sekitar 1,9 kali per bulan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi hormonal hingga norma sosial budaya.

Meski memiliki banyak manfaat, respons ini tetap memiliki batasan yang perlu diwaspadai. Menangis yang terjadi terlalu sering, sulit dikendalikan, muncul tanpa penyebab yang jelas, atau mulai mengganggu produktivitas sehari-hari patut mendapat perhatian khusus. Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan mental seperti depresi, sehingga sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Pada akhirnya, menangis bukanlah sesuatu yang harus selalu ditahan atau disembunyikan dari orang lain. Selama tidak mengganggu keberlangsungan kehidupan sehari-hari, menumpahkan air mata bisa menjadi salah satu cara paling alami bagi tubuh untuk mengekspresikan perasaan dan membantu seseorang merasa jauh lebih lega.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....