Asap Pembakaran Sampah Berisiko Ganggu Kesehatan Pernapasan
- 16 Sep 2026 18:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kualitas udara yang menurun tidak hanya dipengaruhi oleh abu vulkanik, tetapi juga dapat berasal dari asap pembakaran sampah. Paparan asap tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada masyarakat yang memiliki penyakit paru seperti asma dan PPOK.
Dokter Spesialis Paru dr. Masdi, Sp.P, F.Onk.T, FISR, FISQua mengatakan, material yang dihasilkan dari pembakaran sampah berbeda dengan abu vulkanik. Namun, asap pembakaran tetap dapat mengandung partikel dan berbagai zat yang berisiko bagi kesehatan pernapasan.
“Kalau pembakaran sampah, materialnya berbeda dengan abu vulkanik. Asapnya mengandung partikel-partikel kecil, sementara mineral yang terdapat pada abu vulkanik belum tentu ada pada asap pembakaran sampah,” katanya dalam Dialog Bogor Pagi Ini, Selasa, 15 September 2026.
Selain partikel, asap hasil pembakaran juga dapat mengandung gas seperti karbon monoksida atau CO. Jika terhirup dalam jumlah tinggi, CO dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke organ tubuh.
“Gas CO itu berisiko menghambat pengangkutan oksigen dalam darah. Kalau paparannya terus berlangsung, tentu tidak baik bagi kesehatan,” tambahnya.
Dalam jangka pendek, paparan asap pembakaran dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menimbulkan keluhan seperti batuk dan sesak napas. Paparan polutan juga dapat memperburuk gejala pada penderita asma dan PPOK.
“Dalam jangka pendek, asap pembakaran yang mengandung polutan dan zat iritan dapat menimbulkan batuk dan sesak napas. Pada penderita asma atau PPOK, paparan tersebut juga bisa memicu kambuhnya penyakit,” jelasnya.
Karena jenis sampah yang dibakar beragam, kandungan polutan dalam asap juga dapat berbeda. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah secara terbuka dan menghindari paparan asap untuk membantu menjaga kualitas udara serta kesehatan pernapasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....