Anak hingga Penderita Asma Perlu Lebih Waspada

  • 16 Sep 2026 17:52 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Paparan partikel di udara perlu lebih diwaspadai oleh kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian lebih saat kualitas udara menurun.

Dokter Spesialis Paru dr. Masdi, Sp.P, F.Onk.T, FISR, FISQua, mengatakan anak-anak dan bayi memiliki risiko lebih tinggi karena sistem pernapasannya masih berkembang. Kondisi tersebut membuat kemampuan tubuh dalam melindungi saluran pernapasan belum sebaik orang dewasa.

“Anak-anak, terutama bayi, lebih rentan karena sistem pernapasannya masih dalam tahap perkembangan. Fungsi pertahanan saluran pernapasan mereka juga belum bekerja secara optimal,” ujar dr. Masdi dalam Dialog Bogor Pagi Ini, Selasa, 15 September 2026.

Sementara itu, pada lansia, kemampuan tubuh dalam melindungi saluran pernapasan dapat menurun seiring bertambahnya usia. Penurunan tersebut membuat tubuh lebih sulit menghadapi partikel yang masuk melalui udara dan dapat meningkatkan risiko iritasi atau peradangan.

“Pada lansia, fungsi pertahanan saluran pernapasan dan sistem kekebalan tubuh cenderung menurun. Karena itu, ketika partikel terhirup, risikonya untuk menimbulkan iritasi atau peradangan bisa lebih besar,” jelasnya.

Risiko juga perlu diperhatikan oleh ibu hamil dan masyarakat yang memiliki penyakit paru, terutama asma dan PPOK. Paparan partikel dalam jumlah tinggi dapat memperburuk keluhan pernapasan pada kelompok tersebut.

“Ibu hamil juga perlu lebih berhati-hati karena selama kehamilan terjadi berbagai perubahan pada tubuh. Begitu juga pasien yang sudah memiliki penyakit paru, seperti asma dan PPOK, karena paparan udara yang buruk dapat memperberat gejalanya,” katanya.

Bagi penderita asma dan PPOK, pengendalian penyakit tetap menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko gangguan saat kualitas udara menurun. Penggunaan obat secara rutin sesuai anjuran dokter juga perlu tetap diperhatikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....