Menyiram Kloset ternyata Bisa Sebarkan Aerosol ke Udara

  • 16 Sep 2026 18:07 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Menyiram kloset ternyata tidak hanya membuat air dan kotoran mengalir ke saluran pembuangan. Proses penyiraman juga dapat menghasilkan aerosol dan bioaerosol yang melayang di udara, bahkan sejumlah penelitian menemukan partikel tersebut dapat mencapai ketinggian yang berada di zona pernapasan orang dewasa.

Dikutip dari nationalgeographic.grid.id temuan itu terungkap dalam kajian sistematis yang dilakukan peneliti dari Flinders University dan Adelaide University terhadap 22 penelitian mengenai aerosol dan bioaerosol yang dihasilkan saat kloset disiram. Studi yang dipimpin Lira Adiyani tersebut menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi jumlah partikel yang dilepaskan serta penyebarannya di dalam ruangan.

Aerosol merupakan partikel padat atau cair berukuran sangat kecil yang dapat melayang di udara. Dalam kondisi tertentu, aerosol yang berasal dari kloset dapat membawa mikroorganisme yang terdapat di mangkuk kloset maupun air penyiraman. Peneliti menemukan konsentrasi aerosol dan bioaerosol cenderung meningkat ketika jumlah mikroorganisme di sumber serta volume air penyiraman lebih besar.

Menurut Adiyani, turbulensi yang terjadi ketika kloset disiram dapat mendorong aerosol masuk ke udara di sekitarnya. Sejumlah penelitian yang dianalisis bahkan mendeteksi keberadaan aerosol pada ketinggian yang sejajar dengan zona pernapasan orang dewasa. Partikel tersebut juga dilaporkan dapat tetap tersuspensi di udara setidaknya selama 20 detik setelah penyiraman.

Besarnya aerosol yang dihasilkan tidak selalu sama. Karakteristik kloset, volume air setiap penyiraman, kandungan mikroorganisme, serta kondisi eksperimen menjadi sejumlah faktor yang memengaruhinya. Kajian tersebut menunjukkan volume penyiraman yang lebih besar umumnya berkaitan dengan konsentrasi aerosol dan bioaerosol yang lebih tinggi.

Menutup tutup kloset sebelum menyiram dapat menjadi salah satu langkah pencegahan sederhana. Namun, tindakan tersebut tidak sepenuhnya menghentikan penyebaran aerosol karena partikel masih berpotensi keluar melalui celah antara tutup dan mangkuk kloset. Ventilasi yang baik juga dapat membantu mengeluarkan partikel yang masih melayang, meski bukti mengenai pengaruh langsung ventilasi dan posisi tutup terhadap konsentrasi aerosol masih terbatas dan belum konsisten.

Untuk mengurangi potensi paparan, kebersihan kloset dan permukaan di sekitarnya perlu dijaga, disertai kebiasaan mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Penggunaan sistem penyiraman dengan volume air lebih rendah juga berpotensi mengurangi produksi aerosol, meski efektivitas berbagai langkah tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Para peneliti menilai temuan ini penting untuk pengembangan desain toilet dan sistem pengendalian infeksi, terutama di lingkungan dengan risiko tinggi seperti fasilitas kesehatan. Studi berjudul Aerosol and Bioaerosol Generation from Toilet Flushing: A Systematic Review and Risk Factor Analysis tersebut diterbitkan dalam Science of the Total Environment pada 15 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....