Berduka tapi Bisa Tertawa, Apakah Itu Normal? Ini Penjelasan Psikologi
- 14 Sep 2026 21:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kehilangan orang yang dicintai dapat menghadirkan kesedihan mendalam. Namun, di tengah proses berduka, seseorang tetap bisa tertawa, merasa senang, atau menikmati momen tertentu. Kondisi tersebut bukan berarti rasa kehilangan telah hilang.
Mengutip Psychology Today, perasaan bahagia dapat muncul bersamaan dengan kesedihan selama seseorang menjalani masa berkabung. Emosi manusia tidak selalu datang secara bergantian. Seseorang dapat merasakan kehilangan sekaligus mengalami momen yang membuatnya tersenyum dalam waktu yang sama.
Perasaan positif tersebut dapat muncul ketika seseorang mengingat kenangan menyenangkan bersama orang yang telah meninggal. Sebuah cerita lucu, foto lama, atau kebiasaan sederhana dari orang yang telah tiada dapat menghadirkan senyum meski rasa rindu dan sedih tetap ada.
Menurut ulasan tersebut, munculnya kebahagiaan juga tidak berarti seseorang sedang melupakan orang yang telah pergi. Justru, pengalaman positif dapat menjadi bagian dari proses seseorang menyesuaikan diri dengan kehidupan setelah kehilangan.
Setiap orang juga memiliki cara berbeda dalam menghadapi duka. Ada yang lebih banyak menangis, memilih menyendiri, berbicara dengan orang lain, atau kembali melakukan aktivitas yang disukai. Tidak ada pola emosi yang harus dirasakan secara sama oleh setiap orang.
Karena itu, orang yang sedang berduka tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali merasakan kebahagiaan. Tertawa bersama keluarga, menikmati makanan favorit, menonton film, atau melakukan kegiatan yang menyenangkan tidak menghapus rasa cinta maupun kesedihan terhadap orang yang telah meninggal.
Proses berduka bukanlah perjalanan yang selalu bergerak dari kesedihan menuju kebahagiaan secara lurus. Perasaan dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Seseorang bisa merasa baik pada pagi hari, kemudian kembali sedih ketika teringat pada orang yang dicintai.
Memahami hal tersebut dapat membantu keluarga dan lingkungan sekitar memberikan dukungan yang lebih baik kepada orang yang sedang berkabung. Mereka tidak perlu menilai apakah seseorang "cukup sedih" hanya berdasarkan ekspresi wajah atau aktivitas sehari-harinya.
Jika kesedihan terasa sangat berat dan mengganggu kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari dalam waktu lama, mencari bantuan profesional juga dapat menjadi pilihan. Dukungan dari psikolog, konselor, keluarga, maupun orang terdekat dapat membantu seseorang melewati proses kehilangan dengan lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....