Atasi Lidah Kepedasan, Benarkah Air Hangat Lebih Ampuh dari Es?

  • 09 Sep 2026 16:28 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor — Sensasi seperti lidah terbakar setelah menyantap makanan yang mengandung cabai merupakan hal yang umum dialami masyarakat Indonesia. Ketika rasa pedas terasa menyengat, sebagian orang biasanya langsung mencari air dingin atau es untuk meredakan sensasi tersebut.

Namun, air dingin atau es pada dasarnya hanya memberikan rasa sejuk dan efek kebas sementara pada mulut. Untuk membantu mengurangi sensasi pedas, ada pilihan lain yang dapat digunakan, termasuk air hangat serta minuman berbahan dasar susu.

Secara medis, pedas bukan termasuk rasa dasar seperti manis, asin, asam, pahit, atau umami. Sensasi pedas merupakan respons terhadap senyawa kimia bernama capsaicin yang secara alami terdapat dalam cabai.

Capsaicin bekerja dengan merangsang reseptor TRPV1 pada saraf sensorik di rongga mulut. Aktivasi reseptor tersebut kemudian mengirimkan sinyal yang oleh otak diterjemahkan sebagai sensasi panas dan terbakar.

Dalam keterangan resmi IPB University, Dosen dan Pakar Gizi IPB University, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa capsaicin memiliki sifat tidak larut dalam air. Karakter tersebut membuat air, terutama dalam jumlah sedikit, tidak secara efektif menghilangkan capsaicin yang masih menempel pada jaringan mulut.

Air dingin dapat memberikan sensasi nyaman karena menurunkan suhu di dalam mulut dan membuat reseptor saraf terasa lebih kebas untuk sementara. Setelah efek dinginnya berkurang, sensasi pedas dapat kembali terasa karena capsaicin masih berada di permukaan mulut.

Sementara itu, air hangat dapat memberikan rasa nyaman dan membantu membersihkan sisa makanan serta minyak dari rongga mulut. Meski demikian, air hangat bukan berarti dapat melarutkan capsaicin secara efektif karena senyawa tersebut memang tidak larut dalam air.

Masyarakat juga perlu menghindari air dengan suhu yang terlalu panas ketika sedang mengalami rasa pedas. Suhu yang berlebihan justru dapat mengiritasi jaringan mulut yang sudah sensitif akibat paparan capsaicin.

Pilihan yang lebih efektif untuk mengurangi sensasi pedas adalah makanan atau minuman yang mengandung lemak dan protein tertentu. Salah satunya adalah susu yang mengandung protein kasein.

Kasein pada susu dapat membantu melepaskan capsaicin dari reseptor di dalam mulut, sementara kandungan lemak turut membantu mengurangi senyawa tersebut. Karena itu, susu dan produk olahan susu seperti yoghurt dapat menjadi pilihan ketika rasa pedas terasa terlalu kuat.

Susu hangat juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang menginginkan minuman dengan sensasi lebih nyaman setelah menyantap makanan pedas. Namun, suhu minuman tetap perlu diperhatikan agar tidak terlalu panas dan menyebabkan iritasi pada mulut.

Memahami cara kerja capsaicin dapat membantu masyarakat memilih cara yang lebih tepat ketika mengalami rasa pedas. Alih-alih hanya mengandalkan air es, konsumsi produk berbahan dasar susu dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meredakan sensasi terbakar akibat cabai.

(Alfredo Abraham - Universitas Pakuan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....