Bukan Cuma Hiburan, Main Game ternyata Bisa Bikin Otak Tetap Muda
- 08 Sep 2026 15:53 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Bermain video game ternyata tidak hanya menjadi aktivitas hiburan. Permainan yang membutuhkan perhatian, daya ingat, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan cepat dapat membuat otak terus aktif memproses berbagai informasi.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menemukan adanya hubungan antara pengalaman bermain gim dan kondisi usia otak yang lebih muda. Dalam penelitian tersebut, orang dengan pengalaman bermain gim menunjukkan tanda-tanda penuaan otak yang lebih lambat dibandingkan kelompok pembanding.
Saat bermain gim, pemain harus memperhatikan berbagai hal yang terjadi di dalam permainan sekaligus mengingat informasi yang sudah diperoleh. Pemain juga perlu menentukan strategi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dengan cepat sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Permainan yang membutuhkan strategi dapat memberikan tantangan kognitif yang lebih kompleks bagi pemain. Otak dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan situasi, memperkirakan langkah berikutnya, serta menentukan tindakan yang paling tepat untuk mencapai tujuan permainan.
Kondisi tersebut membuat berbagai kemampuan kognitif terus digunakan selama bermain. Perhatian, memori, kemampuan memecahkan masalah, hingga pengambilan keputusan menjadi bagian dari aktivitas mental yang berlangsung ketika seseorang memainkan gim tertentu.
Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti semua jenis video game secara otomatis dapat membuat otak lebih sehat atau lebih muda. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengalaman bermain gim dan tanda-tanda usia otak yang lebih muda, tetapi belum membuktikan bahwa bermain gim secara langsung dapat memperlambat proses penuaan otak.
Oleh karena itu, bermain gim dapat menjadi salah satu aktivitas yang memberikan stimulasi mental, terutama jika permainan melibatkan strategi, perhatian, memori, dan pemecahan masalah. Namun, aktivitas ini tetap perlu dilakukan secara seimbang dan tidak menggantikan kebiasaan lain yang penting untuk menjaga kesehatan otak, seperti tidur cukup, aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pola hidup sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....