Tak Banyak yang Tahu, Begini Khasiat Bawang Putih
- 01 Sep 2026 20:18 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Bawang putih selama ini dikenal sebagai salah satu bumbu utama dalam berbagai masakan karena mampu memberikan aroma dan cita rasa yang khas. Di balik ukurannya yang kecil, bahan pangan dari keluarga allium ini ternyata menyimpan berbagai senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Dilansir dari website www.nationalgeographic.com bahwa Penggunaan bawang putih sebagai bahan untuk membantu menjaga kesehatan sebenarnya telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Sejumlah penelitian modern juga terus mengkaji kandungan bioaktif di dalam bawang putih yang berkaitan dengan kesehatan tubuh, mulai dari sistem kekebalan hingga kesehatan jantung.
Bawang putih mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin C, vitamin B6, mangan, selenium, tembaga, dan kalsium. Selain itu, terdapat sekitar 200 senyawa bioaktif yang dapat memberikan efek perlindungan bagi tubuh meskipun bawang putih biasanya dikonsumsi dalam jumlah yang relatif sedikit.
Salah satu kandungan penting dalam bawang putih adalah inulin, yaitu serat pangan yang berperan sebagai prebiotik bagi mikrobiota usus. Senyawa tersebut dapat membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran pencernaan sehingga berpotensi menjaga keseimbangan sistem pencernaan.
Namun, perhatian utama para ahli tertuju pada senyawa allicin yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan, dicincang, atau dipotong. Proses tersebut membuat enzim alliinase bereaksi dengan alliin dan menghasilkan allicin yang memiliki sifat antioksidan, antimikroba, serta antivirus.
Allicin juga diketahui berkaitan dengan berbagai mekanisme perlindungan tubuh terhadap stres oksidatif. Sejumlah penelitian terhadap bawang putih dan ekstraknya menunjukkan potensi dalam membantu menjaga kadar gula darah, mendukung fungsi sel kekebalan tubuh, serta melindungi tubuh dari sejumlah mikroorganisme penyebab infeksi.
Manfaat bawang putih juga banyak dikaitkan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian menunjukkan konsumsi bawang putih dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah pada penderita hipertensi, sementara sifat antikoagulan allicin berpotensi membantu mengurangi risiko terbentuknya bekuan darah.
Cara mengolah bawang putih ternyata turut menentukan kandungan senyawa aktif yang diperoleh tubuh. Untuk memaksimalkan pembentukan allicin, bawang putih sebaiknya dihancurkan, dicincang, atau dimemarkan terlebih dahulu, kemudian didiamkan sekitar 10 menit sebelum dikonsumsi.
Bawang putih mentah dapat dicampurkan ke dalam berbagai hidangan, seperti saus, sambal, atau bumbu pendamping. Akan tetapi, konsumsi bawang putih mentah dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang, seperti kembung, nyeri perut, atau diare.
Selain dikonsumsi mentah, bawang putih juga dapat diolah melalu proses fermentasi menggunakan madu. Proses tersebut dapat membantu mempertahankan sejumlah senyawa bioaktif sekaligus menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis yang lebih mudah dinikmati.
Dengan kandungan nutrisi dan senyawa bioaktifnya, bawang putih layak menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang. Meski demikian, bawang putih sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan medis, melainkan sebagai salah satu bahan pangan yang dapat mendukung kesehatan apabila dikonsumsi secara tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....