Penyebab Gigi Sensitif dan Solusi Tepat untuk Mengatasinya
- 31 Agt 2026 08:44 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Gigi sensitif merupakan masalah kesehatan mulut yang dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak muda, ibu hamil, hingga orang lanjut usia. Dikutip dari Alodokter, kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri atau ngilu akibat respons berlebihan gigi terhadap rangsangan tertentu, seperti saat mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas, dingin, manis, maupun asam.
Sensasi ngilu terjadi ketika lapisan enamel atau email gigi mengalami pengikisan akibat kebiasaan buruk serta minimnya perawatan kebersihan gigi. Beberapa faktor pemicu pengikisan enamel meliputi kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, penggunaan sikat berbulu kasar, penggunaan obat kumur beralkohol, prosedur pemutihan gigi, hingga kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism) saat tidur.
Selain faktor mekanis, kondisi medis tertentu juga dapat memicu gigi sensitif. Sering muntah akibat gangguan asam lambung (GERD), gastroparesis, atau bulimia dapat mengikis lapisan gigi. Sementara pada ibu hamil, perubahan hormon memicu penumpukan plak dan peradangan gusi, serta pada lansia terjadi penyusutan gusi alami beserta penurunan produksi air liur.
Untuk mengatasi gejala gigi sensitif tingkat ringan, penggunaan pasta gigi dengan formulasi khusus sangat disarankan. Pemilihan pasta gigi yang mengandung perpaduan mineral hydroxyapatite (HAP), potassium citrate, dan zinc citrate terbukti dapat memperkuat email gigi, membersihkan plak dari bakteri, serta meredakan rasa ngilu dalam waktu singkat.
Apabila rasa ngilu berlanjut hingga mengganggu aktivitas makan sehari-hari, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Penanganan medis oleh profesional dapat meliputi pemberian pasta gigi resep khusus hingga tindakan medis seperti penutupan akar gigi, perawatan saluran akar (root canal), atau bedah gusi.
Selain tindakan medis pada area mulut, penanganan pemicu utama dari penyakit penyerta juga perlu dilakukan secara komprehensif. Pasien dengan riwayat asam lambung tinggi akan dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, sedangkan masalah gigi sensitif yang dipicu oleh kondisi bulimia memerlukan pendampingan dari psikiater.
Pencegahan gigi sensitif dapat dilakukan secara mandiri dengan rutin menjaga kebersihan mulut dan menerapkan teknik menyikat gigi yang benar. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan gigi berkala ke dokter setiap enam bulan sekali juga menjadi kunci utama dalam menjaga kekuatan gigi jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....