Sering Konsumsi Makanan Asin, Waspadai Dampaknya bagi Tubuh
- 24 Agt 2026 23:09 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Makanan dengan rasa asin memang menjadi bagian dari banyak menu sehari-hari. Namun, terlalu banyak mengonsumsi garam dapat berdampak pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.
Dilansir dari Hindustan Times pada Senin 24 Agustus 2026, dokter spesialis ginjal Dr. Vikram Kalra menjelaskan bahwa asupan garam yang berlebihan perlu diwaspadai karena dapat memberikan dampak terhadap tubuh, terutama pada orang yang memiliki gangguan ginjal atau penyakit tertentu.
Salah satu dampak yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya tekanan darah. Natrium dalam garam dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh sehingga konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko hipertensi.
Asupan garam yang tinggi juga dapat menjadi perhatian bagi kesehatan ginjal. Ginjal berperan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga konsumsi natrium yang berlebihan dapat menambah beban kerja organ tersebut.
Yang sering tidak disadari, sumber garam tidak hanya berasal dari garam yang ditambahkan ketika memasak. Natrium juga dapat ditemukan dalam berbagai makanan olahan, camilan kemasan, mi instan, acar, papad, dan makanan siap saji.
Untuk orang dewasa, konsumsi garam sebaiknya dibatasi. WHO merekomendasikan asupan garam kurang dari lima gram per hari, atau sekitar satu sendok teh, termasuk garam yang terdapat secara alami maupun ditambahkan ke dalam makanan.
Mengurangi makanan olahan, memperhatikan informasi kandungan natrium pada kemasan, serta menggunakan rempah dan bahan segar sebagai penambah rasa dapat menjadi cara untuk membantu membatasi konsumsi garam sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....