Kenali Penyebab Vertigo dan Penanganannya

  • 24 Agt 2026 15:11 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID,Bogor - Vertigo merupakan kondisi ketika seseorang merasakan sensasi seolah-olah dirinya atau lingkungan di sekitarnya berputar. Keluhan ini berbeda dengan pusing biasa karena dapat disertai kehilangan keseimbangan, mual, muntah, hingga kesulitan berjalan. Vertigo dapat muncul secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu penyebab vertigo yang cukup umum adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Kondisi ini terjadi ketika partikel kecil kalsium di telinga bagian dalam berpindah ke tempat yang tidak semestinya sehingga mengganggu sistem keseimbangan tubuh. Gejalanya biasanya muncul ketika kepala bergerak, misalnya saat bangun dari tempat tidur, menoleh, atau mengubah posisi tubuh. Penanganannya dapat dilakukan dengan manuver reposisi tertentu, seperti manuver Epley, yang sebaiknya dilakukan dengan bimbingan tenaga medis.

Penyebab berikutnya adalah penyakit Ménière, yaitu gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan vertigo berulang. Kondisi ini sering disertai telinga berdenging, rasa penuh pada telinga, serta penurunan pendengaran. Penanganannya bergantung pada kondisi pasien dan dapat meliputi perubahan pola makan, obat-obatan, serta terapi lain yang direkomendasikan dokter.

Vertigo juga dapat disebabkan oleh vestibular neuritis, yaitu peradangan pada saraf vestibular yang berperan dalam menjaga keseimbangan. Kondisi ini biasanya menyebabkan vertigo yang muncul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung cukup lama, terkadang disertai mual dan gangguan keseimbangan. Penanganannya dapat mencakup obat untuk mengurangi gejala dalam jangka pendek serta latihan rehabilitasi vestibular untuk membantu tubuh beradaptasi kembali.

Penyebab lainnya adalah labirinitis, yakni peradangan pada bagian telinga dalam yang juga dapat memengaruhi pendengaran dan keseimbangan. Selain vertigo, seseorang dapat mengalami telinga berdenging atau penurunan pendengaran, tergantung penyebabnya. Penanganannya perlu disesuaikan dengan pemicu, karena infeksi tertentu dapat membutuhkan obat khusus, sementara keluhan keseimbangan dapat dibantu dengan rehabilitasi vestibular.

Migrain vestibular juga dapat memicu vertigo, bahkan pada sebagian orang tanpa sakit kepala yang khas. Gejalanya dapat berupa sensasi berputar, sensitif terhadap cahaya atau suara, serta mual yang muncul bersamaan dengan atau tanpa migrain. Penanganannya biasanya berfokus pada menghindari pemicu migrain, memperbaiki pola tidur dan makan, serta menggunakan obat sesuai anjuran dokter.

Meskipun vertigo sering kali berkaitan dengan gangguan telinga bagian dalam, keluhan ini tidak boleh dianggap sepele, terutama jika muncul untuk pertama kalinya atau terasa sangat berat. Segera cari pertolongan medis apabila vertigo disertai kelemahan atau mati rasa pada wajah maupun anggota tubuh, kesulitan berbicara, penglihatan ganda, sakit kepala hebat yang tiba-tiba, pingsan, atau kesulitan berjalan yang berat. Dengan mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat, vertigo dapat dikelola sehingga tidak terus mengganggu aktivitas dan kualitas hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....