Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O, Benarkah?
- 22 Agt 2026 16:36 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Pernah merasa menjadi “langganan” gigitan nyamuk, sementara orang di sebelah justru aman? Kondisi tersebut ternyata bukan sekadar perasaan. Sejumlah penelitian menemukan bahwa nyamuk memang dapat menunjukkan preferensi terhadap manusia berdasarkan berbagai sinyal yang mereka tangkap, termasuk golongan darah. Salah satu yang cukup banyak diteliti adalah kemungkinan nyamuk lebih tertarik kepada orang dengan golongan darah O.
Mengutip laman resmi IPB University yang dipublikasikan Kamis, 18 Juni 2026, Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Prof. drh. Upik Kesumawati, menjelaskan bahwa anggapan nyamuk lebih menyukai golongan darah O memiliki dasar ilmiah. Ia merujuk penelitian di Jepang pada 2004 yang menemukan nyamuk lebih sering mengisap darah individu dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya.
Perbedaan tersebut diduga berkaitan dengan senyawa kimia yang dilepaskan tubuh. Namun, golongan darah bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang menjadi sasaran nyamuk. Artinya, seseorang dengan golongan darah A, B, atau AB tetap dapat digigit nyamuk. Preferensi tersebut juga dapat berbeda bergantung pada spesies nyamuk dan kondisi lingkungan.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut nyamuk menggunakan sejumlah indra untuk menemukan manusia. Antena nyamuk dapat mendeteksi karbon dioksida dari napas, sementara organ sensor lainnya membantu mengenali bau. Penelitian mengenai Aedes aegypti juga menunjukkan bahwa nyamuk menggunakan kombinasi karbon dioksida, aroma tubuh, panas tubuh, kelembapan, dan petunjuk visual ketika mencari manusia sebagai sumber darah.
Bau tubuh juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Senyawa yang berasal dari keringat dan kulit manusia dapat membantu nyamuk menemukan inangnya. Selain itu, tubuh yang hangat menjadi petunjuk ketika nyamuk sudah berada lebih dekat. Karena itulah, orang yang berada dalam kondisi tertentu bisa tampak lebih sering didatangi nyamuk dibandingkan orang lain, meskipun mereka berada di tempat yang sama.
Nyamuk sendiri bukan hanya mengganggu karena menyebabkan gatal. CDC menyebut sebagian jenis nyamuk dapat menjadi vektor penyakit dan menyebarkan patogen melalui gigitan, termasuk virus dengue dan Zika serta parasit penyebab malaria. Karena kita tidak dapat mengetahui hanya dari penampilannya apakah seekor nyamuk membawa patogen, pencegahan gigitan tetap penting bagi siapa pun, terlepas dari golongan darahnya.
Untuk mengurangi risiko gigitan, CDC merekomendasikan penggunaan obat antinyamuk yang terdaftar dan telah terbukti efektif, mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, serta mengendalikan keberadaan nyamuk di dalam maupun sekitar rumah. Jadi, jika Anda bergolongan darah O dan merasa lebih sering menjadi sasaran nyamuk, ada dasar penelitian yang mendukung kemungkinan tersebut. Namun, jangan buru-buru menyalahkan golongan darah, karena bau tubuh, karbon dioksida, panas tubuh, kelembapan, dan faktor lainnya juga ikut menentukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....