Berjam-jam di Depan Komputer, Jangan Lupa Beri Tubuh Waktu untuk Bergerak
- 20 Agt 2026 17:12 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor– Bekerja di depan komputer selama berjam-jam sering membuat seseorang tidak menyadari bahwa tubuh berada dalam posisi yang sama terlalu lama. Bagi pekerja kantoran maupun mereka yang banyak menghabiskan waktu di depan layar, kebiasaan duduk dalam durasi panjang menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Padahal, tubuh tetap membutuhkan gerakan meskipun pekerjaan sedang berlangsung. Terlalu lama berada dalam posisi duduk dapat membuat tubuh terasa kaku, terutama pada bagian leher, bahu, punggung, pinggang, dan kaki.
Kesibukan pekerjaan terkadang membuat seseorang baru menyadari sudah berjam-jam berada di depan meja ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman. Kondisi tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan menyisipkan gerakan sederhana di sela aktivitas.
Tidak perlu meninggalkan pekerjaan dalam waktu lama. Berdiri sejenak setelah menyelesaikan satu tugas, berjalan mengambil air minum, atau sekadar mengubah posisi tubuh dapat menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh kembali bergerak.
Pekerja juga dapat memanfaatkan waktu istirahat untuk berjalan kaki sebentar dibandingkan terus duduk di meja kerja. Jika memungkinkan, melakukan peregangan ringan pada leher, bahu, tangan, dan kaki juga dapat membantu tubuh terasa lebih rileks.
Kebiasaan bergerak dapat dibuat lebih mudah dengan bantuan pengingat. Misalnya, memasang alarm setiap 30 hingga 60 menit sebagai tanda untuk berdiri atau melakukan beberapa gerakan ringan. Pengingat tersebut juga dapat membantu seseorang tidak terlalu larut dalam pekerjaan.
| Baca juga: Waktu Olahraga yang Tepat saat Puasa |
Selain bergerak, posisi saat bekerja juga perlu diperhatikan. Meja dan kursi sebaiknya disesuaikan agar tubuh berada dalam posisi yang nyaman. Layar komputer ditempatkan pada posisi yang tidak membuat kepala terus menunduk, sementara kaki dapat bertumpu dengan baik.
Aktivitas sederhana lainnya adalah memilih berjalan kaki ketika menuju ruangan lain, menggunakan tangga jika kondisi memungkinkan, atau melakukan percakapan singkat secara langsung daripada selalu melalui pesan ketika jaraknya dekat.
Bagi pekerja yang menerapkan sistem kerja dari rumah, tantangannya bisa berbeda. Karena tidak ada batas yang jelas antara ruang kerja dan ruang istirahat, seseorang dapat lebih mudah lupa waktu. Membuat jadwal istirahat dan bergerak secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan selama bekerja.
Namun, gerakan tidak harus selalu berupa olahraga berat. Tujuannya adalah mengurangi kebiasaan berada dalam satu posisi terlalu lama dan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk aktif sepanjang hari.
Memulai kebiasaan tersebut juga tidak harus menunggu hari tertentu. Cukup dengan berdiri lebih sering, berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, dan memperhatikan posisi tubuh ketika bekerja.
Di tengah rutinitas kerja yang semakin banyak dilakukan secara digital, menjaga tubuh tetap aktif menjadi bagian penting dari keseharian. Pekerjaan tetap dapat diselesaikan, sementara tubuh tidak harus terus-menerus berada di kursi.
Dengan menyisipkan lebih banyak gerakan kecil di antara jam kerja, aktivitas sehari-hari bisa terasa lebih nyaman. Sebab, menjaga tubuh tetap bergerak tidak selalu membutuhkan waktu khusus, terkadang cukup dimulai dari kebiasaan sederhana untuk berdiri dari kursi dan bergerak sejenak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....