Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Otak, Bisa Dilakukan Setiap Hari
- 16 Agt 2026 16:13 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Menjaga kesehatan otak tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah memasuki usia lanjut. WHO menyebut kesehatan otak dipengaruhi oleh berbagai faktor sepanjang kehidupan, termasuk kesehatan fisik, aktivitas, lingkungan, pembelajaran, serta hubungan sosial.
Salah satu kebiasaan yang bisa dilakukan adalah rutin bergerak dan berolahraga. WHO menyebut aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan otak dan fungsi kognitif, sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Untuk orang dewasa, WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas berat dalam satu minggu.
Pola makan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. WHO merekomendasikan pola makan yang beragam dan seimbang dengan lebih banyak makanan yang minim proses, seperti buah, sayuran, serta sumber protein yang baik, sekaligus membatasi makanan tinggi lemak tidak sehat, gula bebas, dan garam. Pola makan sehat juga membantu menurunkan risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke yang dapat berdampak pada kesehatan otak.
Tips berikutnya adalah mencukupi kebutuhan tidur. American Heart Association merekomendasikan orang dewasa mendapatkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam karena tidur yang cukup mendukung fungsi otak, termasuk konsentrasi, pengambilan keputusan, pembelajaran, memori, dan kemampuan memecahkan masalah.
Selain itu, penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta berat badan. American Heart Association memasukkan faktor-faktor tersebut dalam delapan komponen utama kesehatan kardiovaskular, karena kesehatan jantung dan pembuluh darah berkaitan erat dengan kesehatan otak.
Menjaga otak juga bukan hanya soal olahraga dan makanan. WHO menekankan pentingnya tetap aktif secara sosial, terus belajar, menjaga kesehatan secara menyeluruh, serta menghindari faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan otak. Pedoman terbaru WHO yang diterbitkan pada Juli 2026 juga menekankan kombinasi berbagai kebiasaan sehat dan pengelolaan kondisi kesehatan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak bisa dimulai dari kebiasaan sederhana seperti rutin berjalan kaki, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, mengontrol faktor risiko kesehatan, dan tetap aktif secara mental maupun sosial. Kebiasaan tersebut tidak menjamin seseorang terbebas dari penyakit otak, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....