11 Cara Memasak, Mana yang Paling Sehat untuk Tubuh?
- 15 Agt 2026 13:28 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Cara memasak ternyata ikut menentukan seberapa baik makanan yang dikonsumsi tubuh. Bukan hanya soal rasa, proses memasak juga dapat memengaruhi kandungan gizi, jumlah minyak yang digunakan, hingga zat tertentu yang muncul ketika makanan dimasak dengan suhu sangat tinggi.
Mengutip Health.com, ahli gizi dan pakar kesehatan merangkum 11 metode memasak, mulai dari yang dinilai paling baik hingga yang sebaiknya tidak terlalu sering digunakan. Namun, tidak ada satu cara memasak yang selalu paling sehat untuk semua jenis makanan.
Di posisi pertama ada mengukus. Cara ini tidak membutuhkan banyak minyak atau mentega dan makanan tidak terendam air, sehingga sejumlah zat gizi lebih terjaga. Sayuran cukup dikukus sampai matang dan tidak perlu terlalu lama agar teksturnya tidak lembek.
Berikutnya adalah blansir, yaitu memasukkan sayuran atau buah sebentar ke air mendidih, kemudian segera dipindahkan ke air dingin. Cara ini dapat membantu mempertahankan warna dan kerenyahan makanan. Setelah itu, ada merebus dengan api kecil atau poaching, yang cocok digunakan untuk memasak daging dan sumber protein karena membantu mempertahankan kelembapannya.
Memasak menggunakan microwave juga termasuk dalam pilihan yang cukup baik. Waktu memasaknya yang singkat dapat membantu mempertahankan sejumlah zat gizi. Sementara itu, air fryer berada di urutan kelima karena mampu menghasilkan makanan renyah dengan minyak jauh lebih sedikit dibandingkan menggoreng menggunakan banyak minyak.
Metode berikutnya adalah menumis, yang masih bisa menjadi pilihan sehat selama minyak digunakan secukupnya dan makanan tidak sampai gosong. Kemudian ada memanggang atau roasting dan memanggang dalam oven atau baking. Keduanya masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi hasil akhirnya sangat bergantung pada bahan yang digunakan serta lamanya makanan terkena panas.
Memasak dengan panas yang sangat tinggi seperti broiling dan grilling perlu lebih diperhatikan, terutama ketika digunakan untuk daging. Suhu tinggi dan bagian makanan yang sampai gosong dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi membahayakan tubuh jika terlalu sering dikonsumsi.
Sementara itu, menggoreng berada di posisi terakhir. Makanan yang digoreng biasanya menyerap sebagian minyak sehingga kandungan lemak dan kalorinya dapat meningkat. Meski begitu, bukan berarti makanan gorengan harus sepenuhnya dihindari. Konsumsinya tetap dapat dilakukan sesekali dengan memperhatikan jumlah dan keseimbangan makanan secara keseluruhan.
Para ahli juga menekankan bahwa makanan mentah tidak otomatis lebih sehat daripada makanan yang sudah dimasak. Panas memang dapat mengurangi sebagian zat gizi tertentu, tetapi pada beberapa makanan, proses memasak justru dapat membantu tubuh menyerap sejumlah zat gizi dengan lebih baik.
Karena itu, kunci pola makan sehat bukan berarti harus menggunakan satu metode memasak setiap hari. Mengombinasikan berbagai cara memasak, menggunakan minyak dan garam secukupnya, serta memperbanyak sayuran, buah, biji-bijian utuh dan sumber protein tetap menjadi bagian penting dari pola makan yang seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....