Paracetamol Bantu Redakan Demam, Kenali Aturan Penggunaannya

  • 09 Agt 2026 15:46 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Paracetamol merupakan obat yang banyak digunakan untuk membantu meredakan demam dan nyeri. Meski termasuk obat yang umum digunakan, masyarakat tetap perlu memahami aturan pemakaiannya agar manfaat obat dapat diperoleh secara optimal tanpa meningkatkan risiko efek samping.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, disebutkan bahwa paracetamol bekerja dengan mengurangi zat tertentu dalam tubuh yang berperan dalam menimbulkan rasa sakit dan peningkatan suhu tubuh. Obat ini dapat digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, nyeri otot, maupun demam yang menyertai sejumlah kondisi kesehatan.

Pada anak, pemberian paracetamol perlu disesuaikan dengan usia dan berat badan. Karena itu, orang tua tidak dianjurkan menentukan jumlah obat hanya berdasarkan perkiraan. Petunjuk dosis pada kemasan maupun anjuran dokter dan tenaga kesehatan perlu menjadi acuan sebelum obat diberikan.

Paracetamol tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, seperti tablet, kapsul, sirup atau larutan, hingga bentuk lain yang dapat digunakan dalam kondisi tertentu. Pemilihan sediaan dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak dalam mengonsumsi obat.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kandungan obat lain yang dikonsumsi secara bersamaan. Sejumlah obat dapat mengandung paracetamol sehingga penggunaan beberapa obat sekaligus tanpa memperhatikan komposisinya dapat meningkatkan risiko kelebihan dosis.

Penggunaan paracetamol dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek yang membahayakan, terutama terhadap fungsi hati. Keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, atau kondisi tubuh yang semakin lemah perlu diperhatikan, terlebih jika terjadi setelah penggunaan obat dalam jumlah yang tidak sesuai.

Masyarakat diimbau menggunakan paracetamol sesuai aturan dan tidak menganggap obat tersebut bebas dari risiko hanya karena mudah diperoleh. Membaca informasi pada kemasan, menggunakan alat ukur yang tepat untuk obat cair, serta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker ketika ragu dapat membantu memastikan penggunaan paracetamol tetap aman dan sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....